Sekda Saefullah Jalani '40 Jam Keramat' Pimpin Jakarta

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Minggu, 15/10/2017 12:00 WIB
Sekda Saefullah Jalani '40 Jam Keramat' Pimpin Jakarta Sekretaris Daerah Saefullah telah menerima tugas sebagai pelaksana harian gubernur DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Saefullah mengatakan telah menerima tugas dari Kementerian Dalam Negeri untuk menjabat sebagai pelaksana harian Gubernur DKI menggantikan Djarot Saiful Hidayat hingga pelantikan Anies Baswedan, Senin (16/10).

Saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Minggu (15/10), Saefullah menyebut Kemendagri telah menyerahkan mandat itu sehari sebelumnya. Salah satu tugas utamanya selama 40 jam ke depan adalah mempersiapkan pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih dan membuat laporan ke Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

"Walaupun tugasnya tadi saya hitung 40 jam, biasanya 40 ini keramat. Kalau para raja istrinya mau melahirkan nunggunya 40 hari, ini 40 jam saja," ujar pria yang akan menjalani tugas sehari-hari gubernur itu. "Saya minta doa, 40 jam ini semoga Jakarta aman."


Dia menjabat sebagai pelaksana harian hingga Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno dilantik dan menjalani serah terima jabatan. Anies-Sandi akan dilantik pada Senin (16/10) di Istana Kepresidenan.

Keesokan harinya, Anies-Sandi sudah aktif menjalankan pemerintahan DKI Jakarta untuk lima tahun ke depan.

Menjelang pergantian itu, dalam kesempatan yang sama, Saefulloh juga menyampaikan kesannya pada pemerintahan DKI Jakarta yang dipimpin tiga gubernur dalam satu periode, mulai dari Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama hingga Djarot.
Selain menyebut ada banyak prestasi yang diraih Ibu Kota selama periode ini, dia menggarisbawahi nilai-nilai positif yang dimiliki Djarot sebagai penutup dinamika tersebut.

"Luar biasa beliau punya nasionalisme yang luar biasa dengan mengesampingkan sejauh mungkin yang namanya diskriminasi," ujar Saefulloh, sekaligus menyebut Djarot sebagai "nasionalis sejati."

Ia juga mengapresiasi "kesederhanaan yang luar biasa yang jarang kita perloleh dalam kepemimpinan yang terdahulu."

"Beliau juga menunjukkan kepemimpinan yang transparan dan akuntable," ujarnya.
"Singkat kata, lima tahun di bawah kepemimpinan Jokowi, Ahok dan Djarot, diberikan pendidikan yang luar biasa, terutama pendidikan pelayanan kepada masyarakat."