Bau pesing dari kotoran kuda memang sedikit mengganggu, namun tidak menurunkan semangat mereka untuk menggelar perpisahan dengan Djarot Saiful Hidayat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hari ini Djarot resmi tidak lagi memimpin ibu kota.
Beberapa lagu sempat dinyanyikan sebelum Djarot hadir. Persiapan panitia, polisi, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan PPSU pun telah ramai sejak pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Perpisahan dan Harapan Djarot untuk Jakarta |
Berpenampilan santai, Djarot tak kaku saat bergaya dan berguyon dengan masyarakat. Namun mata Djarot sedikit berkaca-kaca.
Puisi dibacakan untuk Djarot Saiful Hidayat. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Singkat kata, lima tahun di bawah kepemimpinan Jokowi, Basuki dan Djarot diberikan pendidikan yang luar biasa terutama pendidikan pelayanan kepada masyarakat," ucapnya.
Sambutan Saefullah yang mengundang tawa pengunjung pun dilanjutkan dengan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh salah satu komunitas seni yang berada di Taman Suropati, Jakarta Pusat.
Lihat juga:FOTO: Menghapus Jejak Djarot dari Balai Kota |
"Kuhantarkan pahlawanku
Engkau telah menghasilkan karyamu yaitu RPTRA, tempat belajar dan bermain untuk kami warga Jakarta
Walaupun kehadiranmu hanya sesaat saja namun karyamu sangat mengagumkan
Ide-idemu yang cemerlang dan menakjubkan, gagasanmu cemerlang dan bermanfaat
Kau selalu memberi perhatian kepada kami wargamu terutama pada anak-anak Jakarta
Andaikan waktu bisa berputar kembali, aku ingin bangun lebih banyak RPTRA untuk anak-anak yang belum merasakannya
Engkau memberi kenangan dan kesan tersendiri bagi kami semua
Djarot tak kuasa menahan haru, dibalik kacamata yang digunakan matanya terlihat berkaca-kaca. Namun tak sampai air mata terjatuh, Djarot menahannya dengan menarik nafas panjang.
Namun Djarot berpesan untuk terus mendengarkan keluhan dari masyarakat. Mereka adalah orang-orang yang harus didengarkan.
Djarot naik delman saat acara perpisahan. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Usai sambutan yang diberikannya, Djarot pun menaiki delman layaknya zaman kerajaan. Diikuti oleh Saefullah dan Prasetio arak-arakan semakin ramai.
Bermula dari depan kantor balai kota, masyarakat sudah menunggu untuk menyambut kedatangan Djarot. Dia pun melambaikan tangannya ke arah mereka.
Permintaan foto bersama pun dilakukannya kepada masyarakat. Senyum dan tawa tampak merekah di wajah Djarot karena apresiasi dari masyarakat untuknya.
Arak-arakan itu berhenti di Gedung Joeang. Delman dihentikan dan dia pun kembali menaiki mobil pribadinya untuk melanjutkan kegiatan berikutnya.
Puisi dibacakan untuk Djarot Saiful Hidayat. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Djarot naik delman saat acara perpisahan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)