Syafii mengatakan meski pembangunan infrastrusktur di era Jokowi-JK menjadi dinilai masif, namun ketimpangan sosial masih ada di masyarakat.
Persoalan ketimpangan sosial yang masih terus jadi sampai hari ini, kata Syafii membuat pancasila masih tidak bisa dirasakan oleh masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, ketimpangan ini harus cepat dihapus karena merupakan tujuan kemerdekaan serta amanah Pancasila dan UUD 45.
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini berpendapat dari lima sila yang ada, sila kelima merupakan sila yang tidak pernah dijadikan pedoman dalam pembangunan nasional.
"Sila kelima itu tidak pernah dijadikan pedoman dalam membangunan nasional, sejak awal merdeka, dan ini yang mau kami lakukan UKP PIP," ucap Syafii.
Di sisi lain, Syafii juga mengimbau kepada aparat birokrat maupun politisi untuk lebih memahami pancasila, sehingga dalam membuat berbagai langkah politik atau kebijakan bisa mengedapankan kepentingan masyarakat.
Menurut Syafii, hanya orang-orang yang berintegritas dan memiliki Pancasila saja yang bisa membuat pancasila bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat.
"Pribadi pancasila itu adalah orang yang bermoral, yang berpancasil orang-orang berintegritas dan orang yang betul ingin tegaknya keadilan," tutupnya.