Di Acara Golkar, Ical Ingatkan Pancasila Bukan Cuma Idealisme

Muhammad Andika Putra , CNN Indonesia | Kamis, 19/10/2017 10:42 WIB
Di Acara Golkar, Ical Ingatkan Pancasila Bukan Cuma Idealisme Ketua Dewan Pembina Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie mengatakan Pancasila sebagai landasarn implementasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.(CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pembina Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie mengatakan partainya ingin mengingatkan generasi muda pada Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Pernyataan itu ia sampaikan sebelum acara seminar nasional 'Revitalisasi Ideologi Pancasila Sebagai Landasan Perjuangan Partai Golkar' berlangsung di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (19/10).

“Kalau tentang Pancasila bukan soal idealisme saja, tapi bagaimana implementasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Itu barang kali yang akan dicapai partai Golkar, mengingatkan kembali pada generasi muda betapa ideologi negara adalah Pancasila,” kata pria yang akrab disapa Ical ini.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB itu dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Ketua Umum Golkar Setya Novanto. Pria yang juga menjabat Ketua DPR itu tiba di lokasi sekitar pukul 08:55 WIB.

“Nanti akan kita sampaikan soal revitalisasi ideologi Pancasila sebagai landasan perjuangan Partai Golkar,” kata Setya.

Adapun seminar ini, katanya, adalah bagian dari rangkaian kegiatan ulang tahun ke-53 Partai Golkar. Walau belum pulih dari sakit, Setya akan memimpin perayaan puncak pada Jumat (20/10) mendatang.

Setya Novanto diketahui mengidap sejumlah penyakit seperti vertigo, ginjal, jantung hingga disebut menderita tumor. Dari semua penyakitnya itu, Setnov harus dirawat hingga tiga pekan di rumah sakit yang berbeda. Akibat perawatan medis itu pun Setya tak hadir dalam pemeriksaan KPK untuk status tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.

Setya sendiri saat ini sudah tak lagi menjadi tersangka sejak gugatan praperadilannya menang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Setya Novanto beranjak pulih dan mulai beraktivitas seperti biasa baik sebagai Ketua DPR maupun Ketua Umum Partai Golkar.