Setnov Minta Golkar Rumuskan RUU Pembinaan Ideologi Pancasila

Muhammad Andika Putra , CNN Indonesia | Kamis, 19/10/2017 11:39 WIB
Setnov Minta Golkar Rumuskan RUU Pembinaan Ideologi Pancasila Ketua Umum Golkar Setya Novanto (kiri) bersama dengan mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung sebelum gelaran Seminar Nasional di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, 19 Oktober 2017. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Setya Novanto menyatakan partai yang ia pimpin untuk merumuskan Rancangan Undang-undang (RUU) Pembinaan Ideologi Pancasila.

Hal tersebut dilontarkan Setnov saat memberikan sambutan seminar nasional dalam rangkaian ulang tahun ke-53 Golkar, Jakarta, Kamis (19/10).

“Saya usulkan agar dirumuskan wacana RUU tentang pembinaan ideologi Pancasila, yang mengatur kewajiban negara untuk menjadikan Pancasila sebagai prinsip nilai yang menjiwai dalam peraturan perundang-undangan baik pusat maupun daerah. Juga untuk pendidikan, baik formal mau pun informal,” ujar Setya.


Setya Novanto mengatakan rencana tersebut diusulkan karena kini pertukaran informasi berjalan cepat akibat kemajuan teknologi. Ia mengaku khawatir berbagai informasi ideologi yang tersebar dengan cepat itu dapat memengaruhi pemahaman atas Pancasila.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPR itu menilai itu sebagai tantangan bangsa sehingga perlu ada aturan yang memperkuat Pancasila

“Harus ada formulasi tepat agar Pancasila tetap bertahan. Harus disosialisasikan bukan hanya pada sekolah dan kuliah, tapi seluruh elemen bangsa,” kata Setya.

Setya mengakui untuk mewujudkan UU pembinaan ideologi Pancasila bukan perkara mudah. Ia menetapkan Partai Golkar akan berjuang pada politik legislasi untuk mewujudkan UU tersebut.

“Kita perlu mewaspadai anasir-anasir liberalisme dan kapitalisme dalam pemunculan UU sehingga akhirnya merugikan rakyat. Karena itu Golkar tegak berdiri membela Pancasila,” kata Setya.

Golkar akan genap berusia 53 tahun pada 20 Oktober mendatang. Pada peringatan puncak partai berlambang Pohon Beringin tersebut, Setya disebutkan akan memimpin langsung.


Dikutip dari situs resmi Golkar, sejarah partai tersebut berawal dari berdirinya Sekretariat Bersama Golkar di akhir pemerintahan Soekarno, pada 20 Oktober 1964. Sekber itu didirikan perwira Angkatan Darat yang menghimpun puluhan organisasi pemuda, perempuan, sarjana, buruh tani, dan nelayan.

Sekber Golkar itu disebutkan lahir karena rongrongan dari PKI dan organisasi sayapnya dalam kehidupan politik. Ketua pertama Sekber Golkar adalah Brigjen Djuhartono sebelum diganti Mayjen Suprapto Sukowati dalam Musyawarah Kerja Nasional.

Golkar kali pertama ikut dalam pemilu pada 1971 silam. Saat itu, GOlkar keluar sebagai pemenang. Dan, berdasarkan ketetapan MPRS tentang penataan kembali kehidupan politik, pada 17 Juli 1971 Sekber Golkar menjadi Golkar.

Setelah tuntutan reformasi yang menjatuhkan rezim Soeharto dan Orde Baru, di bawah kepemimpinan Akbar Tanjung, Golkar berubah jadi partai dan ikut dalam Pemilu 1999.