Menurut Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, pelaksanaan pilkada yang lancar dapat dilihat dari meningkatnya angka partisipasi masyarakat. Dia mengklaim ada 72 persen pemilih yang berpartisipasi di pilkada serentak terakhir.
"Tapi memang masih ada indikasi money politic tapi secara prinsip berkurang," ujar Tjahjo di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta, Kamis (19/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu optimis pelaksanaan pilkada serentak tahun depan kembali berjalan lancar. Pengamanan Pilkada serentak 2018 disebutnya sudah siap, terlebih untuk daerah-daerah yang diindikasikan rawan konflik.
"Pilkada tahun depan sudah berbau pileg dan pilpres karena Agustus sudah pendaftaran capres," ujarnya.
Meski pelaksanaan Pilkada diklaim sukses, Tjahjo mengakui adanya imbas negatif dari penyelenggaraan pemilihan kepala daerah.
Ia mengungkap banyak calon kepala daerah petahana yang menggunakan anggaran daerah untuk ikut Pilkada. Hal tersebut terbukti dari maraknya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu terakhir.
"Banyaknya calon petahana yang masih gunakan anggaran daerah, APBD, masih ada KKN, masih ada pungli, upeti, sehingga meningkat tren kepala daerah yang mau mencalonkan kembali di-OTT KPK," ujarnya.