KontraS: Dokumen AS soal 65 Bisa Jadi Bukti Tambahan

Ramadhan Rizki , CNN Indonesia | Jumat, 20/10/2017 13:19 WIB
KontraS: Dokumen AS soal 65 Bisa Jadi Bukti Tambahan Sidang Perkara HAM 1965 di Pengadilan Rakyat Internasional di Den Haag, Belanda. (Dok. Akun Flickr International People's Tribunal Media)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi untuk Orang Hilang dan Tindakan Kekerasan (KontraS) berpendapat deklasifikasi dokumen CIA atas peristiwa Gerakan 30 September oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS) dapat melengkapi data dalam upaya penuntasan pelanggaran HAM 1965.

Wakil Koordinator Bidang Strategi dan Mobilisasi KontraS, Puri Kencana Putri mengatakan, dokumen tersebut bisa dijadikan tambahan bukti yang menguatkan hasil penyidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tahun 2012.

Penyelidikan Komnas HAM tahun 2012 menemukan adanya pelanggaran HAM berat dalam peristiwa 1965. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari hasil laporan Komnas HAM.

"Hasil penyidikan Komnas HAM tahun 2012 kan sudah mengatakan bahwa ada dugaan pelanggaran kemanusiaan anggota PKI yang dilakukan oleh militer. Meskipun ini dokumen sekunder, tapi bisa mengarah dan melengkapi pada jejak-jejak yang sudah dilakukan Komnas HAM," ujar Puri kepada CNNIndonesia.com kemarin.
KontraS akan melakukan kajian terhadap dokumen rahasia Amerika Serikat tersebut.

"Nanti dilihat tentang keterlibatan angkatan bersenjata, kami kaji angkatan bersenjata saat itu di bawah subordinasinya siapa, konsep rantai komandonya biar jelas. Jadi harus dikaji dengan baik dulu," ujarnya.

Hasil kajian KontraS nantinya akan digunakan sebagai bahan advokasi KontraS jika ditemukan bukti unsur pelanggaran HAM.

"Kontras punya satu kepentingan, memastikan bahwa di ruang itu apakah kelihatan negara melakukannya, apakah negara harus bertanggjngjawab atau tidak," ujar Puri.

Pemerintah Amerika Serikat disebut mengetahui rangkaian upaya Angkatan Darat (AD) untuk menghancurkan Partai Komunis negara (PKI) dan menggulingkan Sukarno mulai tahun 1965. Pengungkapan itu didasarkan oleh rangkaian kawat diplomatik kedutaan Besar AS di Jakarta.

Sebanyak 39 dokumen dengan total 30 ribu halaman tentang AD dan PKI itu dipublikasikan oleh lembaga non-profit National Security Archive (NSA), lembaga National Declassification Center (NDC), dan lembaga negara National Archives and Records Administration (NARA) pada 17 Oktober.

Rangkaian dokumen yang berbentuk catatan harian dari tahun 1964-1968 itu menyebutkan, di antaranya, tentang upaya AD untuk menyingkirkan Sukarno dan menghancurkan gerakan kiri di Indonesia.