Survei: 44,3 Persen dari 2.250 Responden Masih Percaya Jokowi

Feri Agus Setyawan , CNN Indonesia | Minggu, 22/10/2017 12:42 WIB
Survei: 44,3 Persen dari 2.250 Responden Masih Percaya Jokowi Hasil survei PolMark Indonesia mengungkap sebanyak 44,3 persen dari 2.250 responden di 32 provinsi masih menginginkan Joko Widodo memimpin Indonesia. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hasil survei yang dilakukan PolMark Indonesia menunjukkan sebesar 44,3 persen responden menghendaki Presiden Joko Widodo kembali memimpin Indonesia pada 2019-2024. Survei itu dilakukan terhadap 2.250 responden yang berada di 32 provinsi.

Jumplah presentase itu lebih besar ketimbang responden yang tidak menginginkan Jokowi kembali menjadi presiden sebesar 32,4 persen dan tidak tahu/tidak menjawab 23,2 persen.

"Yang menginginkan kembali Pak Jokowi jadi presiden itu 44,3 persen," kata Direktur PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fatah dalam Laporan Survei Nasional 'Tiga Tahun Jokowi-JK dan Calon Penantang Jokowi 2019' di bilangan SCBD, Jakarta, Minggu (22/10).


Hasil survei junga mengungkap tingkat kepuasan responden terhadap kinerja mantan Wali Kota Solo dalam kurun waktu tiga tahun belakangan.

Jumlah responden yang puas dan sangat puas atas kinerja Jokowi mencapai 67,5 persen. Sedangkan responden yang tidak puas 25,4 persen dan sangat tidak puas 1,8 persen. Sisanya 5,3 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Eep memaparkan, alasan responden yang menginginkan Jokowi kembali menjadi presiden di antaranya karena kinerja terbukti dengan 31,1 persen dan merakyat 23,8 persen.


Kemudian, alasan responden yang tak menginginkan Jokowi kembali menjadi presiden di antaranya karena menginginkan pemimpin baru 25,3 persen, kurang tegas 16,8 persen, belum ada perubahan 15,2 persen dan lainnya.

"Ada 3,6 persen percaya pak Prabowo (Subianto)," tutur Eep.

Namun, kata Eep, saat responden ditanya jika pemilihan presiden dilakukan hari ini, mereka yang memilih Jokowi 41,2 persen dan Prabowo 21 persen.

"Nama-nama lain nilainya tak signifikan. Ada Agus Harimurti 2,9 persen, Anies Baswedan 2,2 persen," kata dia.

Survei yang dilakukan PolMark Indonesia dilakukan pada 9-20 September 2017. Survei menggunakan random sampling multistage, dengan margin eror - 2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.