Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Wuryanto mengatakan Gatot akan memutuskan untuk berangkat kembali jika sudah mendapat perintah dari Presiden Joko Widodo.
Rencana Gatot ke Amerika Serikat untuk memenuhi undangan atas seizin presiden dan Gatot menjadi utusan dari pemerintah Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Erin Elizabeth McKee telah memastikan Gatot bisa masuk ke Amerika Serikat. Namun pihak TNI masih menunggu penjelasan dari pemerintah Amerika Serikat terkait penolakan yang diterima oleh Gatot.
TNI meminta Amerika Serikat untuk melayangkan permintaan maaf jika penolakan terhadap Gatot tersebut merupakan suatu kesalahan.
"Kalau ada kesalahan dan harus minta maaf bukan kepada panglima tapi pada pemerintah," ucap Wuryanto.
Gatot bersama istrinya dijadwalkan pergi ke AS demi memenuhi undangan dari Panglima Angkatan Bersenjata AS Jenderal Joseph F Durford, Jr. Gatot sedianya menghadiri acara konferensi bernama Chiefs of Defence conference on country violent Extremist organizations ( VEOs) di Washington pada 23-24 Oktober mendatang.
Gatot seharusnya menumpang pesawat Emirates EK 0357 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng sekitar pukul 17.00 WIB, Sabtu (21/10). Sejumlah administrasi dan kelengkapan visa pun dilaporkan telah dipenuhi Gatot bersama sejumlah delegasi Indonesia lainnya.
Kabar penolakan tersebut disampaikan pihak Emirates, maskapai penerbangan yang sedianya akan membawa Gatot ke negeri Paman Sam.