Wiranto menyebut masalah tersebut pasti dialami semua partai politik. Namun parpol tidak bisa menghindari persoalan itu karena ada dilema kepentingan di dalamnya.
"Ini problem, tapi itu tidak bisa kita hindari, karena keinginan untuk menang begitu luar biasa. Karena kalau kalah, langsung di-delete, hilang dari peredaran," kata Wiranto di Jakarta, Senin (23/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bicara seperti ini karena saya mantan pimpinan partai politik, dan pasti, enggak usah dibantah, karena betul," tambahnya.
Mantan Menhankam/Pangab ini mengatakan, parpol memiliki kewajiban untuk melakukan seleksi calon pemimpin, merekrut, memberikan pelatihan, kemudian menyeleksi lagi untuk ikut pemilu. Menurutnya, parpol memiliki peran penting dalam melahirkan figur-figur pemimpin yang akan dipilih masyarakat dalam pemilu.
Meski begitu, Wiranto menilai pilkada merupakan proses demokrasi yang sangat strategis, sebab masyarakat akan menentukan figur yang akan dipilih untuk menjadi pemimpin.
"Kalau kita salah memilih pemimpin maka akan berisiko pembangunan di daerah akan gagal, tidak berhasil," ujarnya.