Anies disambut oleh Kepala Lurah Cikini Ati Mediana saat tiba sekitar pukul 07.15 WIB,
Suasana kantor masih cukup sepi meski petugas kelurahan berangsur-angsur datang untuk berjaga di meja pelayanan warga. Ia tak marah dengan situasi itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sidak itu Anies menyebut lurah adalah ujung tombak pelayanan warga, seperti dalam pengurusan administrasi kependudukan, hingga surat rekomendasi untuk menerima Kartu Jakarta Pintar (KJP).
Ia juga berharap kelurahan memfasilitasi kegiatan pembinaan warga, bukan hanya sebagai administrasi pemerintahan. Serta bisa menjadi contoh warga hidup tertib, mulai dari aspek kebersihan dan kedisiplinan, serta
Menurut Anies, lurah bukan sekedar administrator atau bawahan camat, tetapi pemimpin di wilayahnya. Sebagai pemimpin lurah dituntut menguasai situasi di tempatnya.
Para lurah, lanjut Anies, wajib mengetahui tingkat kemiskinan, pengangguran, pelayanan kesehatan, kualitas pendidikan, dan kesejahteraan di wilayahnya.
"Pemimpin harus merespons masalah-masalah yang datang ke mejanya, termasuk antisipasi potensi banjir, antisipasi masalah-masalah infrastruktur, jadi ini ujung tombak," ujar dia.
Suasana sidak di Kelurahan Cikini, Jakarta Pusat. (Foto:Humas Pemprov DKI Jakarta) |
Bank sampah di kelurahan Cikini didanai secara swadaya. Pihak pengelola juga mengajak beberapa pengusaha sekitar untuk menyumbangkan barang daur ulang.
Hal yang disayangkan oleh Anies di Kelurahan Cikini adalah ketiadaan puskesmas dan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA).
"Memang unik juga ini salah satu tempat paling lama di Jakarta, bukan Jakarta wilayah baru ya tapi malah justru tidak ada puskesmas," kata Anies.
Menanggapi hal tersebut, Lurah Ati menyebut bahwa permasalahannya adalah keterbatasan lahan.
Suasana sidak di Kelurahan Cikini, Jakarta Pusat. (Foto:Humas Pemprov DKI Jakarta)