Konsep programnya serupa dengan sister city, yakni penggandengan dua kota beda lokasi dalam menjalin hubungan budaya dan kontak sosial antarpenduduk.
Singkatnya, melalui program ini, Sandi berharap tidak ada ketimpangan sosial antarwilayah yang maju dan berkembang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandi mencontohkan, warga Jakarta kawasan maju dapat membantu warga lainnya yang tingkat ekonominya rendah.
Sehinhgga, lanjut Sandi, RW di kawasan maju dapat membantu pembangunan infrastruktur jalan, sanitasi, hingga pendidikan di kampung lain. Bantuan tersebut juga bisa diberikan oleh perusahaan dalam bentuk corporate social responsibility (CSR).
"Sudah selayaknya kota kita juga berpikir bagaimana melakukan sharing pembangunan ke depan," kata Sandi.
Dengan demikian, Sandi berharap adanya peran perusahaan swasta sebagai pihak yang berkemampuan untuk eksekusi pembangunan kampung, khususnya karena memiliki kelebihan dana.
"Bahwa semuanya bergerak bersama lihat best practice, praktik terbaik, dipandu oleh inovasi untuk mengangkat isu sebagai ketimpangan, kemiskinan, dan pendidikan yang belum tuntas dan berkualitas," kata Sandi.
Mantan Direktur PT Adaro Energy Tbk mengatakan, sudah ada 16 wilayah di Jakarta yang telah terdata untuk program sister kampung, salah satunya yakni Kampung Akuarium di Jakarta Utara.
"Kita lihat lagi bagaimana konsep penataan tersebut," ujarnya.
Sister Kampung, kata Sandi, adalah hasil pemikiran dirinya dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat rapat pimpinan Senin (23/10) kemarin untuk mengkolaborasikan pembangunan antarkampung.
Meski begitu, Sandi belum bisa menjelaskan lebih lanjut perihal teknis program tersebut karena Sister Kampung barulah ide yang tercetus, sehingga masih dalam tahap pengkajian. Ia juga belum bisa memastikan kapan realisasi dan implementasi program tersebut.