"Polres Ponorogo membantu tim densus 88 melakukan penggeledahan terhadap rumah yang diduga tempat tinggal dan mengamankan seorang pelaku teroris atas nama Hendrasti Wijanarko," tuturnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Frans Barung mengatakan, terduga teroris yang lahir di Ponorogo, 11 April 1985 ini ditangkap ditempat tinggalnya di Dusun Bangun Asri Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari data yang dihimpun, operasi penindakan serentak dilakukan tim densus 88 Mabes Polri terhadap 9 orang terduga teroris di beberapa daerah termasuk di Jawa Timur.
Keterlibatan Jarwoko kerap mengunjungi Lapas Madiun. Sedangkan Nur Sholihin yang menikah dengan Dian Yulia Novi (pelaku rencana bom bunuh diri di Istana negara) dia dinikahkan oleh Napi Teroris LP Madiun (William Maksum). Sedangkan Wijanarko hanya membantu pernikahan mereka.
Sebelum terjadi pernikahan, Nur Sholikin, Lir ilir, merupakan anggota grup telegram “Warkop”, yang didalamnya juga terdapat Bahrun Naim, dan Khafid Fathoni, didalamnya terdapat anggota yang semuanya pendukung atau simpatisan Daulah.
Pada saat proses pernikahan pelaku rencana bom bunuh diri Istana Negara melalui media sosial, mereka membuat grup telegram atau medsos tersendiri yang bernama “Kulak Tahu”, yang didalamnya juga terdapat Bahrun Naim, dan Hendrasti Wijanarko. (krn/rah)