Menurut GA Manajer RSIA BUN Kosambi, Yopi Laturatarisa, dari 40 pasien yang dirawat, 14 di antaranya harus menjalani perawatan intensif.
“Enam pasien di antaranya harus masuk ruang operasi karena luka bakar di atas 50 persen,” kata Yopi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yopi mengatakan, sejauh ini belum ada korban tewas yang dibawa ke RSIA BUN Kosambi. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sebagian korban dirujuk di sejumlah rumah sakit di sekitar Kecamatan Kosambi.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sejak pukul 09.00 WIB dan telah padam pada pukul 12.00 WIB.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisari Besar Argo Yuwono mengatakan, pihaknya masih mengidentifikasi korban kebakaran tersebut.
"Dari hasil cek di dalam TKP diperkirakan sebanyak 23 orang mayat dengan luka bakar yang sulit dikenali," ujarnya.
"Beberapa korban luka bakar yang dapat teridentifikasi lainnya dibawa ke rumah sakit," ucapnya.
Pabrik kembang api tersebut diketahui baru berdiri selama dua bulan. Pemilik pabrik bernama Indra Liyono, seorang warga di Jakarta Barat.
Polisi hingga kini masih melakukan olah tempat kejadian perkara. Jumlah korban luka diperkirakan masih dapat bertambah.