SBY menilai, ingkar janji dan tidak jujur merupakan tindakan tercela dan terancam mendapat sanksi berat sebagaimana diatur dalam UUD 1945.
"Menurut UUD, kalau pemimpin, pemerintah melakukan perbuatan tercela sanksinya berat sekali," kata SBY dalam sebuah video yang diunggah akun Demokrat TV di YouTube.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski bakal membuat petisi politik, namun SBY masih percaya pemerintah akan menepati janjinya untuk merevisi UU Ormas yang pada sidang paripurna lalu ditetapkan lewat mekanisme voting.
"Saya masih percaya pemerintah tidak akan ingkar janji. Saya masih percaya akan ada perubahan dan revisi atas UU Ormas," ujar SBY.
SBY mengklaim, keputusan Demokrat diambil melalui pertimbangan yang matang. Pihaknya telah membandingkan Perppu Ormas dengan UU Nomor 17/2013 tentang Ormas yang dahulu ia tandatangani.
"Kami bahas dengan seksama seperti apa kandungan Perppu Ormas yang diajukan presiden. Kami bandingkan dengan UU Ormas tahun 2013 yang dulu saya tanda tangani. Jadi, saya mengerti betul UU Ormas itu. Kami bandingkan satu demi satu," ujarnya.
Peserta Aksi 2410 berunjuk rasa menolak Perppu Ormas di Gedung DPR, Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Pemerintah diminta jangan serta merta menilai ormas sebagai ancaman bagi Pancasila, negara, dan konstitusi.
"Kita ingin ormas dikembalikan lagi, sebagai mitra, bagian penting dalam pembangunan bangsa. Kalau memang setelah dilakukan pengaturan ada yang melanggar, melakukan kejahatan, tidak sesuai kerangka bernegara, baru diberikan sanksi. Tidak boleh belum-belum dikatakan sebagai ancaman negara," ujar SBY.
Kedua, Demokrat meminta pemerintah mengedepankan prinsip due process of law atau proses hukum yang adil dalam memberi sanksi kepada ormas. Dengan demikian, pemerintah tidak dengan mudah membubarkan atau memberi sanksi kepada Ormas.
"Demokrat ingin ada yang disebut due process of law. Objektif, terukur, dan tidak sewenang-wenang manakala pemerintah memberi sanksi. Mengingatkan Indonesia itu negara hukum, bukan negara kekuasaan," ujarnya.
Terakhir, Demokrat meminta, anggota dari ormas yang dibubarkan pemerintah tidak dikenakan sanksi dan pidana. Hal ini dikhawatirkan akan dijadikan alat politik pihak tertentu.
"Bayangkan kalau ada ormas yang dibekukan atau dibubarkan maka semua anggotanya kena. Ini kan tidak adil ke mana-mana. Bisa jadi alat kekuasaan untuk menghabisi lawan-lawan politiknya. Itu juga dilihat," ujarnya.
Lebih dari itu, SBY juga menyindir pihak yang tidak mempertanyakan enam fraksi yang tanpa basa basi mendukung penetapan Perppu Ormas. Padahal dukungan penuh terhadap Perppu Ormas itu dapat berbahaya bagi kehidupan bangsa ke depan.
"Kenapa tidak dikritik atau diserang enam partai yang nyata-nyata menerima apa adanya. Tidak seperti Demokrat, kita menerima dengan catatan, asal pemerintah melakukan revisi. Nah masyarakat kenapa pada enam partai yang boleh dikatakan iya saja terhadap perppu yang diusulkan pemerintah itu malah tidak diapa-apakan," ujar SBY.
[Gambas:Youtube]
