Gus Dur dan Kakek Anies Baswedan Jadi Calon Pahlawan Nasional

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Kamis, 26/10/2017 16:06 WIB
Gus Dur dan Kakek Anies Baswedan Jadi Calon Pahlawan Nasional Gus Dur dan kakek Anies Baswedan diusulkan jadi pahlawan nasional. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden ke-4 Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) diusulkan menjadi penerima gelar pahlawan nasional.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, nama Gus Dur telah disampaikan dalam rapat Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) bersama Presiden Joko Widodo tadi.

Selain Gus Dur, Khofifah menyebut tim juga mengajukan AR Baswedan sebagai penerima gelar pahlawan.


AR Baswedan sempat tercatat sebagai Anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia dan menjadi Wakil Menteri Muda Penerangan Kabinet PM Sjahrir.

"Ada Gus Dur yang pending. Kami masukkan itu kakeknya Pak Anies Baswedan. Pak Baswedan sudah selesai di TP2GP, selesai juga di dewan gelar. Jadi pokoknya sudah selesai tapi belum mendapat gelar," kata Khofifah di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (26/10).


Ia mengatakan, kewenangan penuh berada di tangan Presiden Jokowi untuk menentukan penerima gelar pahlawan nasional.

Beberapa nama lain yang diajukan sebagai pahlawan nasional, diantaranya, Pendiri HMI Lafran Pane dari Yogyakarta dan Tuan Guru KH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

TP2GP juga mengajukan Laksamana Malahayati dari Aceh sebagai pahlwan nasional.

Malahayati merupakan pemimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda 418 tahun silam.

"Karena tidak bisa tanpa pengusul. Akhirnya dua tahun lalu Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mengusulkan Laksamana Malahayati," ucap Ketua Muslimat Nadhlatul Ulama ini.

Usulan calon pahlawan nasional telah sesuai dengan undang-undang nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Dalam membahas usulan tersebut, Kemensos dibantu oleh TP2GP yang terdiri dari 13 orang yang beranggotakan dari unsur TNI, Polri, Perpustakaan Nasional, Kementerian Sekretariat Negara dan Sejarawan.

Penganugerahan gelar pahlawan akan dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November mendatang.



ARTIKEL TERKAIT