"(Silakan tanya) Pak Mensesneg saja," ujar Jokowi.
Juru Bicara Presiden Johan Budi sementara itu mengatakan, pertemuan Presiden Jokowi dengan SBY tidak dilakukan mendadak. Menurutnya, pertemuan itu direncanakan lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan, pertemuan dan acara minum teh benar-benar dilakukan empat mata, hanya Jokowi dan SBY di Beranda Istana Merdeka.
“Pertemuan ini antara dua tokoh, tidak ada yang mendampingi. Pertemuan santai dan akrab,” tuturnya.
Lihat juga:SBY Dadakan Temui Jokowi di Istana Merdeka |
Berdasarkan informasi yang ia peroleh, Jokowi dan SBY membahas sejumlah hal mulai dari kondisi kebangsaan, politik, sosial, hukum, dan ekonomi terbaru.
Salah satu yang disoroti kedua tokoh ini adalah pengesahan Perppu Organisasi Kemasyarakatan menjadi UU Ormas.
Fraksi Partai Demokrat dalam rapat paripurna pengambilan keputusan Perppu Ormas secara mengejutkan ikut mendukung pengesahan Perppu tersebut dengan catatan revisi setelah menjadi UU.
“Di sana SBY memberikan masukan, tapi detail saya tidak tahu karena tidak ada yang mendampingi,” kata mantan Jubir KPK ini.
Berdasarkan keterangan resmi, pertemuan tadi berlangsung 70 menit. Sekitar pukul 15.15 WIB, SBY meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, tanpa memberikan informasi apapun kepada wartawan.
Hal ini berbeda dengan acara minum teh pertama antara Jokowi dan SBY, pada 9 Maret. Saat itu, Jokowi dan SBY saling memberikan pernyataan tentang hal-hal yang dibahas pertama.
Salah satunya adalah persatuan dan kedamaian saat pesta demokrasi. Pertemuan itu dilakukan usai rangkaian aksi menuntut penyelesaian kasus hukum penistaan agama oleh Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Selain itu, SBY bahkan sempat mengusulkan membuat klub Presiden guna meningkatkan intensitas komunikasi presiden sekarang dengan yang terdahulu.