"Kita akan fasihkan dari segi temuan itu, dari unit pendidikan, kesehatan, juga dari aset dan BPKD (Badan Pengelola Keuangan Daerah). Ini temuan (BPK) lain yang besar, harus kita kategorikan dan kita tindaklanjuti segera," kata dia, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (27/10).
Mantan Direktur PT Adaro Energy Tbk. itu diamanatkan Anies untuk memimpin proses menuju Jakarta memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, proses yang bertajuk Road to WTP ini mesti didahului oleh penuntasan urusan pencatatan aset.
Perihal 6 ribu temuan yang belum ditindaklanjuti, Sandi mengaku telah berdiskusi dengan Kepala Inspektorat DKI Jakarta Zainal untuk menyelidiki semua aset besar milik Pemprov DKI seperti lahan sengketa di Cengkareng dan RS Sumber Waras, serta Uninterruptible Power Supply (UPS).
"Itu perlu diambil keputusannya segera," ujar Sandi.
Dia juga berjanji akan meningkatkan koordinasi dengan setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait soal aset yang dimiliki Pemprov. Terlebih, SKPD juga harus berperan dalam mewujudkan Jakarta meraih opini WTP.
Lantaran itu, Sandi berjanji akan memberikan informasi soal progres tindaklanjut dari temuan BPK secara mingguan, sehingga dirinya bisa melaporkan kepada publik secara detail.
"Teman-teman (media) tanyanya juga mingguan, sehingga saya bisa kasih update yang substansial, berapa persennya, targetnya, dan sebagainya," tutup Sandi.
Sebelumnya, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan DKI Jakarta Syamsudin mengaku bahwa pihaknya menemukan 6 ribu aset bermasalah yang nilainya mencapai Rp10 triliun. Permasalahannya, aset-aset tersebut belum ditemukan keberadaannya meksipun tercatat.
Persoalan aset ini bisa menjadi hambatan bagi DKI Jakarta yang berambisi memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.