"Deddy Mizwar salah satu yang kami komunikasikan intensif selain kader kami sendiri, ada Dede Yusuf, ada Iwan Sulandjana. Tapi dengan Deddy Mizwar kami komunikasi intens," kata Hinca di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Senin (30/10).
Hinca menjelaskan Deddy bukan orang baru dalam Partai Demokrat. Ia merupakan salah satu pendiri Partai Demokrat yang sudah dianggap sebagai keluarga besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Majelis tinggi memutuskan dan menginstruksikan pada Pak Amir dan saya sebagai anggota majelis tinggi untuk berkomunikasi dengan partai politik dan calon-calon itu. Dalam konteks itu kami kerjakan tugas itu," kata Hinca.
Demokrat juga menjalin komunikasi intensif dengan PKS, PAN, dan Gerindra. Hinca berharap proses komunikasi bisa selesai dalam waktu dekat.
Selain nama-nama itu, Hinca enggan mengungkapkan kandidat-kandidat lain dalam Pilgub Jabar yang patut diperhitungkan. Hinca mengatakan, ketimbang memikirkan nama-nama kandidat lain, partainya lebih cenderung fokus pada syarat minimal kursi di DPRD untuk mengusung calon gubernur dan calon wakil gubernur.
"Selain nama-nama orang, kami harus pastikan dulu cukup nggak 20 persennya. Kami sebut nama tapi tidak ada perahunya kan kasihan juga nama itu disebut-sebut. Jadi biarkanlah dulu di DPP kami tuntaskan berapa persen, karena kalau mau tidak mau nama itu akan muncul setelah kami pastikan koalisi," kata Hinca.