Sebelum rapat itu berlangsung, Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede enggan menceritakan detail konsep penataan salah satu kawasan niaga yang juga menjadi ikon DKI Jakarta itu.
“Nantilah semuanya dibahas hari Jumat, bentuknya seperti apa akan dijelaskan. Jangan sekarang,” ujar Mangara kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari informasi yang dihimpun, sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Bina Marga, dan sejumlah dinas lainnya akan turut terlibat dalam proses penataan tersebut.
Gubernur DKI Anies Baswedan sebelumnya berharap dapat merelokasi permanen para PKL di Tanah Abang. Para pedagang diharapkan tidak akan kembali ke tempat semula mereka berjualan.
Kondisi di Tanah Abang mulai semrawut ketika mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok cuti dalam pilkada DKI 2017. Saat itu banyak PKL yang kembali berjualan di trotoar. Belakangan kondisi ini kembali terjadi. Para pedagang mulai berjualan di trotoar dan parkir liar pun kembali muncul.
Sebelumnya, kawasan niaga busana itu pernah ditata saat Presiden RI Joko Widodo masih menjadi Gubernur DKI, dan Ahok adalah wakilnya. Salah satu penataan itu adalah memindahkan para pedagang yang biasa meluber di jalan ke kawasan Blok G Tanah Abang.