"Kami gunakan penertiban dengan petugas (dalam) jangka pendek. Kalau solusi harus lebih panjang," ujarnya, di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (5/11).
Hal itu tak lepas dari dua jenis langkah yang akan dilakukannya dalam menata PKL di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Yakni, kebijakan jangka pendek dan jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin mencari solusi yang permanen. Saya bilang kemarin kami tidak mau mengumumkan (solusi jangka panjang) sebelum (membicarakan) dengan semua stakeholder, sehingga ketika sudah waktunya dapat dilaksanakan," kilahnya.
"Sudah (bertemu stakeholder), tapi ketika itu kan komunikasi satu-satu, sekarang solusi ada dikonfirmasi lagi, biasanya kami mendengar menetapkan lalu mengumumkan. Kalau sekarang kami mendengar, mendiskusikan sebelum mengumumkan maka dikaji lagi semua solusinya, potensi masalah seperti apa, potensi perbaikan apa saja," jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menginginkan agar penataan kawasan Pasar Tanah Abang dilakukan dengan mengadopsi pola penataan Hawker Center di Singapura.
Menurut Sandi, Hawker Center dapat menampung para PKL sekaligus memberikan kesempatan untuk warga setempat mendapatkan makanan dengan harga terjangkau.
"Kami harapkan ada pendekatan yang sama dan berpihak kepada rakyat kecil," ujarnya, Jumat (3/11). (arh/sur)