Gelaran pernikahan Kahiyang-Bobby diprediksi dihadiri 8.000 tamu dari berbagai kalangan.
Fahri menganggap jumlah tamu yang mencapai 8.000 itu terlalu berlebihan. Jumlah itu tidak sejalan dengan Surat Edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu katanya enggak boleh ngundang pejabat lebih dari 400. Ada katanya dulu revolusi mental, bikin pesta kecil-kecilan saja. Kalau sekarang itu kayak lebih gitu loh," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/11).
"Saya mohon maaf ya, saya bukan tidak menghormati adat dan budaya, tapi menurut saya mbok ya sederhana saja lah," lanjutnya.
Surat yang keluar pada 20 November 2014 itu, merupakan tindak lanjut perintah Presiden pada Sidang Kabinet kedua tanggal 3 November 2014, soal kesederhanaan hidup bagi seluruh penyelenggara negara guna mewujudkan good governance.
Pada poin pertama dalam surat edaran itu tertulis: membatasi jumlah undangan resepsi penyelenggaraan acara seperti pernikahan, tasyakuran dan acara sejenis lainnya maksimal 400 undangan dan membatasi jumlah peserta yang hadir tidak lebih dari 1.000 orang.
Menurut Fahri, sebaiknya pesta pernikahan Kahiyang-Bobby digelar sederhana dan diadakan di rumah.
"Sekarang kan ada Twitter, ada vlog, pakai itu aja lah. 'Anak gua lagi kawin nih.' Itu asik aja. Make it fun, gitu loh, bikin asik lah yang begini-begini," katanya.
Fahri juga mengaku diundang hadir dalam pernikahan Kahiyang-Bobby, namun tak bisa hadir lantaran tugas piket sebagai pimpinan dewan di masa reses.
"Saya piket, ya piket lah. Saya kirim bunga aja sebagai perwakilan. Saya ini orang yang ngomong apa adanya," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (wis/djm)