Polisi Ungkap Penyebaran Konten Porno 'BDSM' via Medsos

Martahan Sohuturon , CNN Indonesia | Kamis, 09/11/2017 11:23 WIB
Polisi Ungkap Penyebaran Konten Porno 'BDSM' via Medsos Polisi menyita tali pengikat, cambuk karet, borgol, lilin, rantai besi, rompi badan, penutup mulut, masker, sabuk kulit pengikat badan, sumpit, dan alat pecut. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Dittipidsiber Bareskrim) Polri mengungkap kasus penyebaran konten porno yang menampilkan hubungan intim pasangan sesama jenis kelamin bernuansa kekerasan fisik atau bondage, discipline, sadism, and masochism (BDSM) lewat media sosial.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan, penyidik menangkap empat orang sebagai tersangka yakni AM (42), NH (30), RH (28) dan ER (22).

Dia menerangkan peran masing-masing tersangka, AM selaku pemilik akun media sosial Facebook EMIR JKT atau mas.e.maulana.5 dan RH. Keduanya bertindak sebagai pihak yang melakukan tindak kekerasan dalam hubungan intim sesama jenis kelamin yang kemudian dijuluki 'master'.

Kemudian, NH dan ER sebagai pihak yang mendapatkan tindak kekerasan dalam hubungan intim sesama jenis kelamin yang kemudian dijuliki 'slave'.

"Keduanya ditangkap dalam dua waktu yang berbeda tanggal 7 dan 8 November di sejumlah lokasi berbeda di Jakarta dan Bekasi, Jawa Barat," kata Setyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Kamis (9/11).


Di tempat yang sama, Kepala Subbagian Operasi Satuan Tugas Siber Dittipidsiber Bareskrim Ajun Komisaris Besar Susatyo Purnomo menerangkan modus operandi keempat tersangka.

Menurutnya, AM mengunggah video dan foto konten porno 'BDSM' melalui akun Facebook ke sejumlah grup pertemanan di Facebook yang ada dalam dan luar negeri.

Menurutnya, hal ini dilakukan untuk terus menjaring anggota baru.

Susatyo melanjutkan, tindak kekerasan dalam hubungan intim sesama jenis kelamin dilakukan dengan melakukan aksi mengikat, meneteskan lilin, mencambuk, memukul, kemudian diakhiri dengan hubungan intim antara tiga orang.

"Bentuk BDSM dilakukan sesuai kesepakatan bersama dengan tujuan kepuasan seksual," katanya.


Susatyo menambahkan, polisi menyita dua unit telepon seluler, satu memory card, serta jenis peralatan BDSM seperti tali pengikat, cambuk karet , borgol, lilin, rantai besi, rompi badan, penutup mulut, masker, sabuk kulit pengikat badan, sumpit, dan alat pecut.

"Bentuk BDSM dilakukan sesuai kesepakatan bersama dengan tujuan kepuasan seksual," katanya. (djm/djm)