Sandi menyebut, bukan hanya menemui, dia juga akan langsung menampung aspirasi yang disampaikan para peserta demo tersebut.
“Harus (temui), berdialog. Buruh adalah pahlawan ekonomi, kesejahteraan mereka belum terjamin. Kami tak akan tutup ruang komunikasi, saya akan temui, komunikasi dibuka selebar-lebarnya,” mata Sandi di Lapangan Eks Irti Monas, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan UMP sebesar Rp 3.64 juta, Sandiaga mengatakan, telah menambah komponen subsidi bagi buruh. Di antaranya subsidi pangan, subsidi transportasi, dan subsidi pendidikan.
Sandi juga menyebut dirinya dan Pemprov DKI telah memberi solusi bagi buruh dengan menerapkan UMP berdasarkan survei kebutuhan hidup layak (KHL).
Oleh karenanya kata Sandi, meskipun banyak yang kecewa dengan besaran UMP yang ditetapkan Jakarta, namun tak sedikit juga yang berterima kasih karena UMP tersebut turun berbarengan dengan berbagai subsidi yang bisa meringankan biaya hidup mereka.
“Banyak (buruh) yang bilang sudah cukup, karena kami seimbang. UMP sekian ada juga subsidi untuk ringankan biaya hidup mereka, kami gunakan data,” kata Sandi.
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) merupakan salah satu elemen buruh yang akan berdemo di Balai Kota DKI Jakarta, hari ini.
Mereka mengaku kecewa dengan upah minimum provinsi (UMP) 2018 sebesar Rp 3.64 juta yang ditetapkan Pemprov DKI.
Aksi Usai Salat Jumat
Saat ini massa buruh dari KSPI telah tiba di depan Balai Kota DKI Jakarta dan rencananya akan memulai demo usai salat jumat di halaman Balai Kota.
Dari pantauan CNNIndonesia.com, organisasi buruh yang tergabung dalam KSPI di antaranya Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor Indonesia (FSPASI) dan Garda Metal.
Massa buruh yang sudah tiba di depan Balai Kota DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi) |
Pihaknya mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Anies Baswedan-Sandiaga Uno merevisi UMP DKI yang semula Rp3,6 juta menjadi Rp3,9 juta.
“Kalau gubernur tidak revisi malu dong sama pahlawan kita,” ujarnya dari atas mobil komando.
Benyamin membandingkan dengan upah minimum para buruh di Bekasi dan Cikarang yang lebih tinggi. Menurutnya, kepemimpinan gubernur DKI saat ini masih tak peduli dengan kesejahteraan buruh.
“Jangan sampai buruh dimiskinkan!” serunya.
Ketua Harian KSPI Muhamad Rusdi mengklaim aksi tersebut akan diikuti sekitar 20 ribu buruh. Mereka tidak hanya berasal dari Jakarta tetapi juga dari Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Cirebon.
Aksi tersebut, kata Rusdi, memiliki tiga tuntutan yakni cabut PP 78 tentang Upah Murah, revisi UMP DKI menjadi Rp3.917.000, dan turunkan harga listrik dan kebutuhan pokok. (wis/djm)
Massa buruh yang sudah tiba di depan Balai Kota DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)