Masa reses anggota dewan berakhir hari ini, sehingga besok para anggota legislatif itu akan berkumpul di ruang sidang paripurna.
"Tentunya kami tidak mengetahui apakah beliau bisa hadir atau tidak, tetapi kami yakin bahwa tanpa kehadiran beliau rapat paripurna tetap berjalan," kata Wakil Ketua DPR Agus Hermanto di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (14/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus mengatakan empat pimpinan dewan bisa membacakan pidato pembukaan andai Setya Novanto tak hadir.
"Sehingga tidak harus dikhususkan ke Pak Novanto," kata politikus Partai Demokrat tersebut.
"Yang penting dalam paripurna minimal dua pimpinan yang hadir karena kuorum adalah minimal dua pimpinan. Namun kalau rapat pimpinan, minimal tiga orang pimpinan. Sekarang kan ada lima pimpinan. Kalau satu yang berhalangan, rasanya ini tidak menjadi masalah," ujarnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua DPP Golkar Bidang Hubungan Eksekutif dan Legislatif Yahya Zaini mengatakan, Setya Novanto biasanya selalu hadir dalam pembukaan masa sidang anggota dewan usai reses.
Yahya mengatakan, Setya Novanto sudah kembali dari kunjungan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur. Oleh karena itu, Yahya menilai Setya Novanto akan datang ke pembukaan rapat paripurna besok.
"Insya Allah hadir. Setahu saya sudah pulang, karena itu kunjungan beliau sebagai anggota DPR mewakili dapil NTT. Setahu saya beliau besok akan hadir," ujar Yahya Gedung DPR.
Akibat kunjungan kerja ke NTT serta dengan alasan tak ada izin Presiden RI Joko Widodo, Setya Novanto kembali mangkir pemeriksaan KPK kemarin. Lembaga antirasuah itu mengundang Setya Novanto untuk menjadi saksi atas tersangka dugaan korupsi e-KTP, Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.