Polisi Harap KKB di Tembagapura Beri Akses Pengiriman Bantuan

Martahan Sohuturon , CNN Indonesia | Rabu, 15/11/2017 03:24 WIB
Polisi Harap KKB di Tembagapura Beri Akses Pengiriman Bantuan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menyatakan aparat mencoba mengedepankan pendekatan persuasif terhadap kelompok bersenjata yang memutus akses dan mengisolasi dua kampung di Tembagapura, Papua. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak kepolisian meminta Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) memberikan akses pengiriman bantuan bagi ribuan warga yang terisolasi di dua desa, Banti dan Kimbely, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan, KKB harus memerhatikan kondisi ibu-ibu dan anak-anak di dua kampung tersebut yang memerlukan bantuan bantuan makanan.

“Kami mengharapkan KKB melihat di dalam sana ada anak-anak dan ibu-ibu, ada ibu hamil juga yang tentunya perlu makanan tambahan, susu untuk keperluan mereka,” kata Setyo saat ditemui di salah satu restoran di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (14/11).

“Kami mengharapkan diberikan akses untuk menyalurkan bahan pangan tersebut,” imbuhnya.


Dia pun berharap, KKB dapat mempertimbangkan dampak dari pengisolasian terhadap ribuan warga di Banti dan Kimbely.

Lebih dari itu, jenderal bintang dua itu menyampaikan, polisi akan tetap mengedepankan upaya-upaya persuasif dalam penyelesaian masalah di Banti dan Kimbely.

Menurutnya, upaya persuasif merupakan langkah paling tepat untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa.

“Polri tetap berharap penyelesaian bisa persuasif, menyelesaikan masalah ini secara elegan, tidak ada korban yang jatuh,” kata Setyo.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan akan memberikan tindakan tegas terhadap kelompok KKB. Tindakan tegas itu juga berkaitan dengan perampasan alat-alat perusahaan pemerintah hingga aparat keamanan yang dilakukan KKB.

"Untuk KKB tentu merupakan tindakan kriminal yang sangat serius oleh mereka. Polri akan melakukan tindakan hukum yang tegas," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/11).


Sejauh ini polisi telah menetapkan 21 anggota KKB masuk dalam daftar pencarian orang Kepolisian Daerah Papua. Mereka diduga terlibat dalam sejumlah aksi teror di Tembagapura, Mimika.

Berdasarkan nama DPO yang dipublikasikan kun media sosial Instagram Divisi Humas Polri pada Minggu (12/11), mereka adalah Ayuk Waker, Obeth Waker, Ferry Elas, Konius Waker, Yopi Elas, dan Jack Kemong.

Kemudian, Nau Waker, Sabinus Waker, Joni Botak, Abu Bakar alias Kuburan Kogoya, Tandi Kogoya, Tabuni, Ewu Magai, Guspi Waker, dan Yumando Waker alias Ando Waker.

Lalu ada nama Yohanis Magai alias Bekas, Yosep Kemong, Elan Waker, Lis Tabuni, Anggau Waker, serta Gandi Waker.

(kid)