Laptop Penyidik Dicuri, KPK Tunggu Hasil Penyelidikan

Feri Agus , CNN Indonesia | Rabu, 15/11/2017 04:20 WIB
Laptop Penyidik Dicuri, KPK Tunggu Hasil Penyelidikan KPK masih menunggu penyelidikan kepolisian terkait pencurian laptop yang terjadi pada salah satu penyidiknya saat tengah bertugas keluar kota.(dok. CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menunggu hasil penyelidikan kasus pencurian tas dan laptop seorang penyidik KPK berinisial ST, pada April 2017, yang ditangani Polsek Setiabudi, Jakarta Selatan.

Sejauh ini lembaga antirasuah belum menerima laporan terbaru hasil pengusutan kasus tersebut.

"Belum ada informasi. Nanti kita lihat apa hasil dari pencarian yang dilakukan dari tim kepolisian," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/11).

Penyidik KPK ST itu menjadi korban pencurian usai menjalankan tugas di luar kota. Namun, Febri belum mengetahui apakah di dalam laptop penyidik tersebut berisi data kasus yang ditanganinya.

"Isi laptop itu secara persis saya sendiri tidak tahu. Yang tahu tentu yang bersangkutan dan pihak PI (Pengawasan Internal) yang melakukan klarifikasi. Namun itu perlengkapan kerja, (isinya pasti) terkait dengan pekerjaan yang dilakukan," ujarnya.

Febri menyebut, penyidik KPK ST juga telah dimintai keterangan oleh Direktorat Pengawasan Internal (PI) terkait hilangnya laptop tersebut.

Pasalnya, laptop yang dimiliki penyidik tersebut merupakan peralatan kerja yang berkaitan dengan penanganan kasus di KPK.

"Klarifikasi internal kan dilakukan kalau ada perlengkapan kerja yang hilang dicuri atau rusak. Itu pasti ada proses klarifikasi internal dan diklarifikasi itu pasti dilihat lebih jauh apa, misalnya kronologisnya seperti apa," ujarnya.

Pelaku Belum Ditemukan

Febri mengatakan, dalam koordinasi terakhir dengan pihak kepolisian, pelaku pencurian laptop tersebut belum ditangkap. Menurutnya, berdasarkan penjelasan kepolisian ada kesulitan dalam mengungkap kasus pencurian tersebut.

"Kalau informasi dari kepolisian ada beberapa kesulitan teknis terkait dengan kendaraan segala macam. Kejadiannya malam ya waktu itu ya," kata dia.

Sementara itu, Kapolsek Setiabudi AKBP Rachmat Sumekar menyatakan, kasus pencurian laptop penyidik KPK ST tersebut masih dalam penyelidikan. Menurut dia, barang bukti dan keterangan sejumlah saksi sangat minim.

"Masih dalam penyelidikan, karen bukti belum cukup, saksi kurang," tutur Rachmat saat dikonfirmasi terpisah CNNIndonesia.com.

Rachmat melanjutkan, penyidik KPK ST juga baru melaporkan kejadian tersebut pada pagi harinya. Padahal, kejadian pencurian laptop tersebut terjadi pada malam hari.

"Dari pelapor melaporkannya baru pagi, malem kejadian tapi dia melaporkannya baru pagi," ujarnya. (eks)