Ia mengatakan Kapolda Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar dan Panglima Daerah Militer (Pangdam) XVII Cenderawasih Mayor Jenderal George Elnadus Supit lebih mengetahui perkembangan situasi di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.
Hingga saat ini, kata Tito, aparat keamanan masih mengedepankan upaya persuasif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, terkait insiden penembakan yang menewaskan anggota Brimob Polda Papua Brigadir Firman, menyampaikan duka yang sedalamnya.
Tito pun menuturkan, Polri akan memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat anumerta. Jenderal bintang empat itu berharap insiden ini tidak mengendorkan semangat anggota kepolisian dalam melaksanakan tugas.
“Kepada anggota-anggota yang lain bertugas di mana pun berada, khususnya di daerah Freeport saat ini, jangan kendor semangat,” tuturnya.
Firman tewas setelah diduga ditembak kelompok bersenjata di daerah Mile 69, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua pada Rabu (15/11) sekitar pukul 3.50 WIT.
Selain itu, satu orang anggota Brimob Polda Papua lainnya, Brigadir Kepala Yongky Rumte mengalami luka tembak di bagian punggung.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan atas kejadian ini hingga sekarang.
Sementara itu di Timika, seperti dilansir dari Antara, Bripka Firman disalatkan dini hari tadi sebelum dimkamkan di Tempat Pemakaman Muslim samping Pangkalan Udara Timika, Kabupaten Mimika.
Mendiang Firman meninggalkan seorang istri yang sedang hamil dua bulan dan seorang putri berusia 9 tahun. Firman tewas akibat tembakan peluru KKB saat bersama rekan-rekannya hendak menyergap pelaku penembakan terhadap kendaraan PT Freeport Indonesia di Mile 69 Tembagapura.
[Gambas:Video CNN] (kid/asa)