“Apakah kepolisian nanti diperkuat TNI melakukan langkah tegas dan kuat di Papua itu karena memang itu yang harus dilakukan untuk melawan kelompok kriminal,” kata Wiranto di Kompleks Istana Bogor, Kamis (16/11).
Hal itu disampaikan menyikapi insiden penembakan yang menewaskan anggota Brimob Polda Papua Brigadir Firman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Firman, satu orang anggota Brimob Polda Papua lainnya, Brigadir Kepala Yongky Rumte mengalami luka tembak di bagian punggung.
Di sisi lain, mantan Panglima ABRI ini juga akan memberi tahu negara-negara sahabat langkah tegas yang akan diambil aparat bukan bentuk penyalahgunaan wewenang.
“Kalau negosiasi terus tapi korban berjatuhan di kita bagaimana? Apa kita biarkan prajurit kita mati konyol hanya karena kita terus-menerus mengajak dan yang diajak tidak mau,” ucapnya. (eks)