Buka Peluang Pasar, Gerilya Jokowi Hingga Timur Tengah

Christie Stefanie , CNN Indonesia | Sabtu, 18/11/2017 01:41 WIB
Buka Peluang Pasar, Gerilya Jokowi Hingga Timur Tengah Presiden Joko Widodo mengutarakan pentingnya membuka kesempatan baru seperti pernah dilakukannya di Timur Tengah (dok. CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Medan, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyatakan, masyarakat saat ini harus mulai memperhatikan peluang atau pasar baru yang selama ini tidak terjamah. Hal itu disampaikan saat membuka Munas ke-10 KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam).

Jokowi menceritakan, hal itu ia lakukan sejak awal menjabat sebagai presiden akhir 2014 melalui pendekatan kepada negara-negara Timur Tengah.

“Kita sudah terlalu lama selalu menengok ke Eropa, Amerika, atau Jepang dan sering melupakan bahwa mitra baru diperlukan,” ujar Jokowi di Hotel Santika Medan, Jumat (17/11).

Gerilya dilakukan dengan mengunjungi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Iran, dan Qatar sejak tiga tahun lalu. Hal itu dilakukan demi menyeimbangkan posisi di tengah ketidakpastian sekarang ini.

Ia, ketika ke Uni Emirat Arab, sempat bertanya kepada Syekh Muhammad bin Rashid Al Maktoum alasan tidak pernah berinvestasi di Indonesia.

“Dijawab bagaimana investasi di Indonesia? Saya tidak tahu investasi apa yg menguntungkan karena tidak pernah ketemu menteri dan pemerintah Indonesia,” kata Jokowi menirukan Syekh Muhammad.

Jawaban serupa diberikan ketika Jokowi berkunjung ke Qatar dan Arab Saudi. Menurutnya, koneksi mulai dibangun kembali. Arab Saudi menjadi contoh. Raja Arab baru mengunjungi Indonesia lagi setelah hampir 37 tahun.

“Kita tidak pernah mendekat kepada mereka padahal potensi besar jadikan mitra menyejahterakan masyarakat Indonesia terutama ekonomi dan investasi,” kata mantan Wali Kota Solo ini.

Jokowi mengatakan, ia juga menyukai pendekatan pribadi dalam mengembangkan negara ke pasar baru. Contohnya ketika berkunjung ke Uni Emirat Arab. Ia dijemput dan disetiri langsung Syekh Muhammad.

Pendekatan serupa juga dilakukan saat bertemu Raja Salman di Arab Saudi. Ia dijemput Raja Salman langsung dari pintu pesawat.

Hal serupa ia lakukan ketika menjemput Raja Salman di Indonesia beberapa waktu lalu. Menurutnya, hal ini berbuah manis bagi Indonesia.

Usai bertemu Jokowi di Istana Bogor, Raja Salman memberikan bonus kuota sekitar 40 ribu bagi calon haji dari Indonesia.

“Mereka begitu besar puluhan ribu triliun. Tapi tidak pernah hubungan pribadi kita lakukan,” tuturnya. (eks/eks)