Jokowi menceritakan, hal itu ia lakukan sejak awal menjabat sebagai presiden akhir 2014 melalui pendekatan kepada negara-negara Timur Tengah.
“Kita sudah terlalu lama selalu menengok ke Eropa, Amerika, atau Jepang dan sering melupakan bahwa mitra baru diperlukan,” ujar Jokowi di Hotel Santika Medan, Jumat (17/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia, ketika ke Uni Emirat Arab, sempat bertanya kepada Syekh Muhammad bin Rashid Al Maktoum alasan tidak pernah berinvestasi di Indonesia.
Jawaban serupa diberikan ketika Jokowi berkunjung ke Qatar dan Arab Saudi. Menurutnya, koneksi mulai dibangun kembali. Arab Saudi menjadi contoh. Raja Arab baru mengunjungi Indonesia lagi setelah hampir 37 tahun.
“Kita tidak pernah mendekat kepada mereka padahal potensi besar jadikan mitra menyejahterakan masyarakat Indonesia terutama ekonomi dan investasi,” kata mantan Wali Kota Solo ini.
Pendekatan serupa juga dilakukan saat bertemu Raja Salman di Arab Saudi. Ia dijemput Raja Salman langsung dari pintu pesawat.
Hal serupa ia lakukan ketika menjemput Raja Salman di Indonesia beberapa waktu lalu. Menurutnya, hal ini berbuah manis bagi Indonesia.
Usai bertemu Jokowi di Istana Bogor, Raja Salman memberikan bonus kuota sekitar 40 ribu bagi calon haji dari Indonesia.
“Mereka begitu besar puluhan ribu triliun. Tapi tidak pernah hubungan pribadi kita lakukan,” tuturnya. (eks)