Setya Novanto Dibekali Buku Renungan Kalbu di Rutan KPK

Feri Agus Setyawan , CNN Indonesia | Kamis, 23/11/2017 12:16 WIB
Setya Novanto Dibekali Buku Renungan Kalbu di Rutan KPK Setya Novanto dihadiahi buku berjudul Renungan Kalbu oleh kolega yang menjenguknya di Rutan KPK, Kamis (23/11). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setya Novanto dibekali buku berjudul Renungan Kalbu oleh kolega yang menjenguknya di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Klas 1 Jakarta Timur atau Rutan baru KPK, Kamis (23/11).

Mereka yang membesuk tersangka korupsi proyek pengadaan e-KTP tersebut di antaranya istrinya, Deisti Astiani Tagor dan Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Zulhendri Hasan.

Zulhendri mengatakan, hanya sebentar bertemu dengan Setnov. Dia mengaku tak membicarakan soal partai dengan Ketua Umum Golkar nonaktif tersebut.

"Ketemu pak Nov (Setya Novanto) bentar. Tidak bawa apa-apa," tutur dia di Rutan KPK, Jakarta, Kamis (23/11).


Zulhendri mengaku sempat memberikan sebuah buku berjudul Renungan Kalbu ke Setnov. Dia berharap, Setnov setelah membaca buku tersebut mendapat pencerahanan di tengah proses hukum kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.

"Mudah-mudahan beliau dengan buku ini dapat pencerahan, apa yang beliau hadapi ini tentu beliau kuat dan tabah yang namanya inilah dinamika kehidupan," katanya.

Zulhendri berkata, Setnov senang mendapat buku darinya. Menurutnya, Setnov gemar membaca buku-buku yang menurutnya bagus. Zulhendri yang juga seorang pengacara itu hanya sebentar menjenguk Setnov.


Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Golkar, Muhammad Sarmuji mengaku sempat berpapasan dengan istri Setnov, Deisti Astiani Tagor. Namun, Sarmuji datang ke Rutan KPK untuk menjenguk anggota DPR dari Fraksi Golkar Aditya Anugrah Moha.

"Saya papasan sama istri beliau (Setya Novanto) di dalam," tuturnya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, mulai hari ini, Setnov sudah bisa dikunjungi oleh keluarga atau kerabat. Jadwal kunjungan tahanan KPK dilakukan setiap Senin dan Kamis, mulai pukul 10.00 sampai 12.00 WIB.


Mereka yang ingin menjenguk harus terdaftar sesuai dengan yang diserahkan tim kuasa hukum kepada penyidik KPK. Untuk Setnov, Febri mengaku belum mengetahui siapa saja pihak-pihak yang akan mengunjungi Ketua Umum Partai Golkar itu.

"Daftar yang mengunjungi disampaikan kuasa hukum pada penyidik, di sana lah nanti dilihat sesuai jadwal dan kapasitas jam kunjungan," tuturnya. (gil)