Seorang koordinator lapangan, melontarkan kekecewaanya melalui pengeras suara di mobil komando.
"Air kopi dan teh saja tidak diberikan kepada kami. Itulah kita melihat bagaimana mereka melihat menerima tamunya," kata pria itu melalui pengeras suara, Jumat (24/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orator lalu meminta agar Viktor Laiskodat dipecat dari kader NasDem. Menurut dia, ucapan Viktor jelas merupakan sebuah penistaan terhadap agama.
Alumni 212 mengultimatum NasDem apabila NasDem tidak memecat Viktor, maka peserta aksi akan memenjarakan Viktor.
"Jangan coba-coba melindungi penista agama. Jika melindungi, maka jangan salahkan jika Viktor dijadikan ahok kedua," ucap orator.
"Setuju dipenjarakan?," tanya orator.
"Setuju," jawab peserta aksi.
Usai berorasi di depan kantor NasDem, peserta aksi melanjutkan longmarch menuju kantor Bareskrim Polri di Gambir Jakarta. (ugo/gil)