KPK: Ada Delapan Saksi dan Empat Ahli Meringankan Setnov

Feri Agus , CNN Indonesia | Jumat, 24/11/2017 19:55 WIB
KPK: Ada Delapan Saksi dan Empat Ahli Meringankan Setnov Juru bicara KPK Febri Diansyah menuturkan, delapan saksi yang meringankan Setya Novanto itu berasal dari kader Partai Golkar, anggota DPR maupun politisi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima daftar saksi dan ahli yang meringankan untuk tersangka korupsi proyek pengadaan e-KTP, Ketua DPR Setya Novanto. Ada delapan saksi dan empat ahli yang telah disodorkan kepada penyidik lembaga antirasuah.

"Tadi saya dapat informasi jumlahnya delapan orang saksi dan empat orang ahli," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/11).

Febri menuturkan, delapan saksi yang meringankan Setnov itu berasal dari kader Partai Golkar, anggota DPR maupun politisi. Namun, Febri tak merinci nama-nama saksi yang telah diserahkan tim kuasa hukum Setnov.

"Saksi yang masuk dalam daftar tersebut adalah politisi, anggota DPR dan ada yang bukan anggota DPR, dari Partai Golkar juga ada," tuturnya.


Menurut Febri, pengajuan saksi atau ahli meringankan merupakan hak tersangka Setya Novanto yang diatur dalam Pasal 65 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Oleh karena itu, kata dia, pihaknya tak bisa menolaknya.

"Tentu saja KPK sebagai lembaga penegak hukum mematuhi hukum dan mematuhi hak-hak tersangka," ujarnya.

Namun, Febri mengaku belum mengetahui secara pasti kapan para saksi dan ahli yang disodorkan pihak kuasa hukum Setnov itu dipanggil. Kemungkinan, lanjutnya pemanggilan akan mulai dilakukan pada pekan depan.

"Pastinya jadwal ini akan kami sampaikan lebih lanjut. Tapi tentu diharapkan itu bisa dilakukan minggu depan," ujarnya.


Sebelumnya, tim kuasa hukum Setya Novanto mengatakan telah menyodorkan nama-nama saksi dan ahli yang meringankan. Salah satu yang disodorkan namanya adalah Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Golkar Idrus Marham.

[Gambas:Video CNN] (djm/djm)