Dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/11), PVMBG merilis aktivitas-aktivitas vulkanik gunung yang mempunyai ketinggian 3.142 mdpl tersebut sebelum ditingkatkan menjadi Awas.
PVMBG mencatat, pada Minggu (26/11) pukul 18.00-19.00 WITA, CCTV Batulompeh merekam sinar api di atas puncak Gunung Agung. Kemudian pukul 19.00-20.00 WITA, amplitudo tremor teramati cenderung menguat dari jam sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pukul 20.00-21.00 WITA, terdengar dua kali suara dentuman di dalam kawah disertai kilat, amplitudo tremor juga semakin menguat. Pukul 21.00-22.00 WITA, terekam tremor overscale menguat di stasiun PSAG dan beberapa stasiun lainnya mulai pukul 21.36 WITA.
Pukul 22.00-23.00 WITA, terdengar satu kali dentuman pada pukul 22.26 WITA, amplitudo tremor teramati mulai melemah namun masih di atas background. Pukul 23.00-24.00 WITA, terlihat sinar api dari kawah Gunung Agung, amplitudo tremor teramati melemah namun masih di atas background.
Pukul 02.00-03.00 WITA, terlihat sinar api dari kawah Gunung Agung. Pukul 02.11 WITA, tremor menerus, amplitudo 3-10 mm (dominan 3 mm). Pukul 03.00-04.00 WITA, terlihat sinar api dari kawah Gunung Agung, tremor menerus masih terjadi, amplitudo 1-2 mm (dominan 1 mm).
Pukul 04.00-05.00 WITA, terekam satu kali gempa letusan dengan amplitudo 21 mm, durasi 40 detik, tremor terekam membesar dari pukul 04.30 WITA dengan amplitudo 1-4 mm (dominan 3 mm). Pukul 06.00 WITA, status Gunung Agung ditingkatkan menjadi Awas.