Iip masih mengenakan sarung dan peci saat itu. “Habis salat zuhur,” katanya. Karena ia harus menjalankan ibadah lebih dulu, kami harus menunggu sekitar 30 menit untuk berbincang dengannya.
Otoy, sapaan karib Iip, adalah koordinator Punk Muslim, sebuah komunitas anak punk di Jakarta Timur. Sesuai dengan namanya, komunitas ini mengindentikkan diri mereka dengan agama Islam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terminal Pulogadung adalah daerah jajahannya. Hingga ia kemudian mengenal Budi Choroni alias Buce, sesama punker di Pulogadung.
Buce kemudian mengajak Otoy membentuk komunitas Punk Muslim pada 2007 silang. Otoy saat itu merasa heran dengan ide Buce membentuk Punk Muslim.
Punk Muslim terbentuk tahun 2007, anggotanya saat ini lebih dari 100 orang. (CNN Indonesia/M. Andika Putra) |
Melewati perdebatan panjang, Otoy bersedia bergabung karena menganggap Buce sebagai kakak. Pertama kali muncul, Punk Muslim terbentuk sebagai band, belum sebagai komunitas. Lewat lirik lagu Punk Muslim selalu menebar ajaran Islam.
Namun baru beberapa tahun terbentuk, Punk Muslim harus ditinggal sang pendiri, Buce. Ia tewas dalam kecelakaan lalu lintas.
Kehilangan Buce tak membuat semangat Otoy surut untuk meneruskan Punk Muslim. Enam bulan setelah kepergian Buce, Otoy kenal dengan Ahmad Zaki yang merupakan pegiat sosial. Zaki bergabung dengan Punk Muslim dan dianggap sebagai Ketua Punk Muslim hingga saat ini.
Sejak bergabung Punk Muslim, Otoy percaya bahwa punk dan Islam tidak bertolak belakang. Menurutnya punk merupakan pemikiran kebebasan, kesetaraan dan perlawanan, sedangkan Islam merupakan agama. Lagi pula punk tidak melarang orang untuk memeluk suatu agama.
"Jadi, Punk Muslim adalah komunitas berisikan pemeluk agama Islam yang memiliki pemikiran punk," kata Otoy.
Punk Muslim, kata Otoy, selalu mengajak orang yang dikenal untuk bergabung. Mengajarkan Islam mulai dari hal yang sederhana, seperi salat dan mengaji. Kemudian bertahap mengetahui ajaran lain seperti hadist.
"Tapi kami enggak pernah memaksa, Kalau enggak mau ya enggak apa-apa,” kata Otoy.
Otoy menjelaskan Punk Muslim sering datang ke acara musik punk dan nongkrong bareng bersama komunitas punk lain. Mereka menebar ajaran agama Islam pada sejumlah komunitas lain tanpa paksaan.
Lihat juga:Jalan Hidup Punk |
Alih-alih mendapat pujian, Punk Muslim mendapat kritik dari komunitas lain. Mereka dinilai mengacak-acak punk karena mencampurkan dengan Islam.
Kritik itu selalu dijawab dengan penjelasan mulai dari arti punk yang tidak bertentangan dengan Islam.
"Kami selalu jelaskan kalau punk adalah kebebasan dan perlawanan yang kalau tidak dibentengi agama menjadi seperti binatang. Misalnya anak punk yang ngamen tapi minta duit maksa," kata Otoy.
Penjelasan itu tak selalu diterima dengan baik oleh anak punk yang mengritik. Hal itu tak menjadi masalah buat Punk Muslim karena memang tak ada niat untuk memaksa. Namun ia selalu menegaskan Punk tidak berlawanan dengan Islam atau agama lain.
"Orang dengan pemikiran punk yang dibentengi agama apa pun pasti baik. Kan gak ada agama yang mengajarkan kejahatan. Tapi sejauh ini gua belum nemu komunitas punk lain yang berpegangan dengan agama lain, kalau ada bagus," kata Otoy.
Solidaritas Punk Muslim
Saat ini anggota Punk Muslim sebanyak 115 orang. Otoy memperkirakan, 80 persen di antaranya punya pekerjaan tetap. Mayoritas jadi petugas Penananan Prasarana dan Saranan Umum (PPSU) atau pasukan orange. Otoy adalah salah satunya. Ada pula yang jadi driver ojek online. Sementara 20 persen sisanya diperkirakan masih mengamen di jalanan.
Bukan hanya di Jakarta, anggota Punk Muslim juga ada yang tinggal di Bekasi, Semarang, Surabaya dan Bali. Anggota komunitas ini diwajibkan salat lima waktu, mengaji dan dilarang mabuk.
Sebagai sebuah komunitas, Punk Muslim memiliki solidaritas yang tinggi. Anggota yang memiliki pekerjaan tetap atau tidak, selalu menyisihkan uang untuk kepentingan bersama. Misalnya saat awal terbentuk, dana disisihkan untuk membayar kontrakan yang mencapai Rp20 juta.
Salah satu hasil kreatifitas anggota Punk Muslim. (CNN Indonesia/M. Andika Putra) |
Namun saat ini, anggota komunitas ini tidak punya markas resmi. Sehari-hari, mereka berkumpul di rumah Ketua Divisi Kreatif Nanang Maulana atau Utay.
Dari rumah sederhana milik Utay ini segala program kerja dirancang dan dilaksanakan. Misalnya rencana menggelar, pengajian, acara musik, aksi sosial dan lokakarya kreatifitas. Pengajian digelar tiga minggu sekali setiap Senin malam di musala Jalan Swadaya III. Sedangkan kegiatan lain bergantung pada momentum dan relawan yang bersedia ikut.
Saat ini, kata Otoy, kegiatan yang sedang berjalan adalah program hapus tato keliling. Ia bersyukur ada relawan yang bersedia memberikan jasa hapus tato tanpa biaya. Saat ini program tersebut sudah singgah ke Medan, Cirebon, Kuningan, Semarang, Surabaya dan Bali.
Kreatifitas Tanpa Batas
Tak hanya menebar ajaran agama, Punk Muslim juga mengasah kreatifitas anggota. Anggota yang berminat bisa belajar dengan Utay setiap ada loka karya atau datang ke rumah Utay.
Utay baru bergabung Punk Muslim pada tahun 2015. Ia belajar membuat miniatur motor, mobil dan kapal pesiar dari internet dan diajarkan ke anggota Punk Muslim.
"Miniatur ini dibuat dari triplek. Modal triplek untuk membuat tergantung ukuran dan cat menyesuaikan kebutuhan," kata Utay.
Miniatur yang dibuat saat loka karya langsung dijual ke teman atau orang-orang yang datang saat loka karya. Harga miniatur berkisar Rp 85 ribu sampai ratusan ribu. Uang hasil penjualan akan dipakai untuk kegiatan lain dan modal.
Sayang, kata Utay, banyak yang kurang serius belajar membuat kerajinan tangan ini. Mereka tidak bisa sabar dan teliti saat membuat karya sehingga tak niat untuk melanjutkan.
"Tapi ada juga yang berlanjut sampai akhirnya menjadi penvaharian, kemarin ada teman saya yang Punk Muslim juga usaha bikin miniatur dari kaleng bekas," kata Utay.
Utay menjelaskan Punk Muslim juga kekurangan jalur untuk memasarkan hasil karya. Selama ini Utay hanya promosi ke teman dekat.
"Kemarin teman saya menawarkan ada pameran di Singapura dan brunei, tapi itu masih belum jelas kapan,” katanya.
[Gambas:Video CNN] (sur)
Punk Muslim terbentuk tahun 2007, anggotanya saat ini lebih dari 100 orang. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)
Salah satu hasil kreatifitas anggota Punk Muslim. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)