Hal itu diutarakan Wiranto usai bertemu dengan Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph Donovan di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (28/11).
"Pihak AS siap membantu kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan Indonesia dalam menetralisir dampak dari meletusnya Gunung Agung," kata Wiranto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Gunung Agung Muntahkan Pasir dan Kerikil |
Wiranto. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
"Dia mengatakan sangat percaya, Indonesia sudah punya pengalaman dan punya kiat-kiat untuk bagaimana menghadapi bencana," ucap Wiranto.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani mengatakan material-material itu dimuntahkan saat Gunung Agung meletus sekitar pukul 13.37 WITA.
Kasbani mengatakan sebelum letusan terjadi sempat terjadi tremor overscale atau getaran dengan kekuatan yang cukup besar.
"Tremor overscale dimulai jam 13.27-an kemudian jam 13.37 Wita meletus, itu letusannya besar," kata Kasbani kepada CNNIndonesia.com, Selasa (28/11).
![]() |
Saat letusan itu, lanjut Kasbani, Gunung Agung memuntahkan material berupa pasir dan kerikil yang terpantau jatuh di Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Karangasem.
"Lontaran pasir, kerikil jatuh di desa Dukuh, itu kan (jaraknya) sekitar 4-5 kilometer," ucap Kasbani.
Terkait situasi Gunung Agung terkini, Kasbani mengatakan PVMBG tidak bisa memastikan tingginya letusan yang terjadi. Pasalnya awan menutupi saat terjadi letusan Gunung Agung siang tadi. (kid/gil)
Wiranto. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)