Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menurunkan kekuatan penuh untuk menangani bencana ini. Pemprov Jatim telah melakukan upaya-upaya penanganan dengan mengirimkan logistik bantuan untuk warga yang jadi korban bencana.
Sayangnya, akses menuju Pacitan dari Ponorogo terputus yang membuat penanganan dan pengiriman terkendala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Siklon Tropis Cempaka Renggut 11 Nyawa |
Adapun jalur menuju Pacitan saat ini yang terputus, yakni Ponorogo-Pacitan terputus di Slahung karena longsor, Ponorogo-Ngadirojo (Wonogiri)-Pacitan terputus karena banjir, Ponorogo-Ngrayun-Tulakan-JLS karena longsor di desa Ngadirojo, Ponorogo-Gemaharjo (Pacitan) karena longsor, dan Pacitan Arjosari-Wonogiri karena putus jembatan di Kecamatan Nawangan.
Seluruh bantuan beserta tim BPBD Provinsi dan BPBD kabupaten/kota terdekat telah bergerak untuk penanganan bencana di Pacitan. Namun, karena akses dari dan ke Pacitan putus, sementara tim masih berada di Ponorogo.
Pemadaman Listrik
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan PT PLN telah mengantisipasi dampak banjir yang terjadi di Pacitan dengan melakukan proses pemadaman dan secepat mungkin memperbaiki saluran yang terputus.
"Hari ini PLN secara resmi juga sudah berkirim surat ke Bupati Pacitan. Penanganan akan dilakukan secara cepat," tutur Gus Ipul.
Pemadaman sendiri terpaksa dilakukan PLN karena adanya beberapa tiang yang roboh dan patah. Beberapa panel trafo juga terendam air.
"(Pemadaman) karena pertimbangan keamanan masyarakat. Kalau tetap dialiri listrik malah berbahaya karena masyarakat bisa tersengat listrik," kata Gus Ipul.
Sementara itu, untuk penanganan dampak banjir, Pemprov Jatim juga telah minta BPBD Jatim turun langsung ke Pacitan. BPBD sekitar seperti Trenggalek juga telah dikerahkan membantu penanganan bencana Pacitan.
Sekadar diketahui, cuaca ekstrem akibat badai Siklon Tropis Cempaka menyebabkan sejumlah daerah termasuk Pacitan diterjang banjir, longsor, dan puting beliung. Peringatan BMKG menyebutkan Siklon Tropis Cempaka muncul di perairan sekitar 32 km sebelah selatan-tenggara Pacitan.
Di Pacitan, banjir dan longsor melanda 13 desa di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Pacitan (Desa Sirnoboyo, Desa Sukoharjo, Desa Kayen, Desa Kembang, Desa Ploso, Desa Arjowinangun, Desa Sidoharjo), Kecamatan Kebon Agung (Desa Purworejo, Desa Banjarjo, Desa Kebon Agung), dan Kecamatan Arjosari (Desa Pagutan, Desa Jatimalang, Desa Arjosari).
Akibat bencana ini, jalan lintas selatan di Jawa Timur lumpuh total. Banjir dan longsor setidaknya menyebabkan 11 orang meninggal dunia, terdiri dari 9 orang tertimbun longsor dan 2 orang hanyut terbawa banjir. (dik/djm)