"Kita kasih kurun waktu tiga jam. Dengan harapan dalam tiga jam, dia sudah sampai posisi yang dituju," kata Andri, Rabu (29/11).
OK Otrip merupakan salah satu program andalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno. Dilansir dari laman jakartamajubersama.com, dengan OK Otrip warga Jakarta nantinya cukup membayar Rp5 ribu saja untuk satu tujuan. Biaya itu bisa digunakan untuk menggunakan berbagai jenis moda transportasi massal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biaya sebesar Rp4 ribu adalah tarif angkot pada umumnya. Kemudian, jika orang itu lanjut naik bus Kopaja, tap kartunya akan terpotong Rp1 ribu. Padahal, tarif normal Kopaja adalah Rp4 ribu.
Dengan demikian, tarif keseluruhan satu kali perjalanan itu menjadi Rp5 ribu.
"Seumpama dibalik. Dia naik busway Rp3.500, tap pertama keambil. Lalu dia naik Kopaja yang Rp4 ribu, kenanya hanya Rp1.500. Begitu dia naik angkot, kenanya Rp0," tutur dia.
Lihat juga:Organda Jelaskan Kendala Wujudkan OK Otrip |
Misal, pengguna transportasi melakukan tap pertama jam 9 untuk naik bus atau angkot. Berarti sampai jam 12, yang bersangkutan masih kena Rp5 ribu.
"Insya Allah 3 jam dia sudah sampai kantor," ujarnya.
Untuk tahap awal, kata Andri, pihaknya akan mengujicobakan di empat trayek. Pertama, kawasan barat di Grogol. Kedua, kawasan selatan di Lebak Bulus, kawasan utara di Marunda, dan terakhir kawasan timur Duren Sawit.
"Oleh karena itu, kemarin kami sudah memanggil enam bank untuk bisa ikut mem-propose karena kita tidak ingin menunjuk bank-bank yang ada," kata Andri. (wis/djm)