Demikian diungkapkan Kepala BNPB Willem Rampangile mengutip data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ditemui usai mengikuti Rapat Koordinasi Penanggulangan Banjir-Longsor dan Erupsi Gunung Agung di Kemenko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, Rabu (29/11).
“Siklon cempaka ini sudah mulai mengecil kekuatannya dan sudah mulai menjauh jadi sudah mulai tidak apa-apa. Antisipasi juga siklon berikutnya yang kemungkinan bisa muncul dari lautan hindia,” kata Willem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho sebelumnya mengungkapkan, jangkauan siklon tropis Cempaka semakin luas hingga 28 kabupaten/kota. Korban jiwa pun bertambah menjadi 19 orang. Beberapa daerah sudah menyatakan tanggap darurat bencana.
Dampak Siklon Cempaka berupa banjir, longsor dan puting beliung.
Daerah yang paling terdampak adalah Yogyakarta, Wonogiri, Pacitan, dan Ponorogo. Daerah-daerah itu berjarak paling dekat dengan Siklon Tropis Cempaka. Pada Selasa (28/11), siklon ini hanya berjarak 32 km sebelah selatan-tenggara Pacitan, Jawa Timur.
"Dari 19 orang meninggal dunia tersebut 4 orang adalah korban banjir dan 15 orang korban longsor," ujar Sutopo, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/11).
[Gambas:Video CNN] (wis)