"Belum ada kepastian sampai saat ini, tapi kesempatan untuk itu (kehadiran Rizieq secara langsung) selalu terbuka," ujar Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Ma'arif kepada CNN Indonesia, Rabu (29/11).
Rizieq sejak akhir April 2017 lalu pergi dari Indonesia usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan konten pornografi terkait percakapan mesum. Ketika itu, Rizieq beralasan umrah, namun sejak itu pula ia tak pernah kembali ke Tanah Air sampai hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski belum ada kepastian, namun Slamet memastikan jika nanti ada konfirmasi kehadiran Rizieq, Presidium Alumni 212 akan menerjukan penjagaan ketat.
Presidium Alumni 212 mengklaim total ada 3.500 personel dari laskar-laskar ormas yang tergabung di dalamnya. Sementara 500 orang juga akan diturunkan untuk menjaga kebersihan di lokasi acara.
"Ada sekitar 3.500 orang untuk pengamanan. Ditambah bantuan dari Polda yang akan menurunkan ribuan personel. Untuk kebersihan juga ada lima ratus orang. Insya Allah kami menjaga tetap bersih dan kondusif," ujar dia.
"Kami sebenarnya ingin mengaji dan mendengarkan ceramah saja, sekalian mempersatukan kekuatan dan persatuan umat muslim. Sekalian temu kangen, teman-teman sudah lama kan tidak ketemu, sudah setahun," tuturnya.
Slamet juga mengklaim satu juta umat Islam akan memenuhi kawasan Monas. Namun ia tidak menutup kemungkinan jumlah massa akan bertambah, mengingat aksi 212 tahun lalu jumlah masa yang ikut melonjak sepuluh kali lipat dari prediksi panitia.
"Hanya prediksi berdasarkan laporan teman-teman di daerah. Tapi seperti tahun kemarin kan, siapa sangka akan membeludak seperti itu? Intelijen pun tidak menyangka," ucap Slamet. (osc/djm)