Layanan hotline itu dikeluarkan usai polisi merilis secara resmi dua gambar sketsa wajah yang diduga sebagai pelaku penyerangan terhadap Novel. Kedua gambar terduga pelaku tersebut didapat dari keterangan saksi berinisial S dan SN.
Gambar sketsa pertama tampak seorang pria dengan rambut pendek dan kulit gelap. Sementara itu gambar sketsa kedua tampak seorang pria dengan rambut panjang dan kulit putih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengklaim, hingga kini sudah sekitar 400 orang yang menghubungi layanan telepon tersebut. Namun tidak satupun informasi akurat didapatkan.
Selain memberikan informasi, Argo mengaku, dari sekian banyak penelpon, ada yang menawarkan polisi agar menggunakan paranormal untuk mencari pelaku penyiraman Novel.
"Ada yang menawarkan paranormal juga. 'Apa perlu pak kita bantu dengan paranormal'. Tetapi setelah kami cek kembali dan menanyakan identitasnya, dia malah matikan telepon," tuturnya.
"Tidak akan saya sampaikan siapa yang menghubungi, pasti kami lindungi," ucapnya. (osc/djm)