Longsor Susulan, Jalur Ponorogo-Pacitan Kembali Putus

Vetriciawizach , CNN Indonesia | Kamis, 30/11/2017 10:45 WIB
Longsor Susulan, Jalur Ponorogo-Pacitan Kembali Putus Warga menyingkirkan material longsor di jalur lintas selatan ((JLS) Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/11). (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jalur Ponorogo-Pacitan, Jawa Timur kembali terputus diduga akibat terjadi longsor susulan, Kamis (30/11). Pada kemarin malam, jalur tersebut sempat dibuka usai normalisasi menggunakan alat berat.  

"Informasinya longsor susulan kembali terjadi di titik perbatasan di Kecamatan Slahung, Ponorogo," kata Bupati Pacitan Indartato saat ditemui Antara di posko pengungsian Kota Pacitan, Kamis pagi.  

Selain jalur utama dari Pacitan menuju Ponorogo dan Madiun, akses menuju Trenggalek melalui jalur lintas selatan (JLS) juga tertutup longsor.

Indarto menyatakan, penanganan kedaruratan bencana masih difokuskan untuk jalur Ponorogo dengan pertimbangan menjadi akses utama daerah itu menuju kabupaten dan kota sekitarnya.

"Akses transportasi arah Wonorigi, Jawa Tengah, sudah bisa dilalui, sedangkan jalur menuju Trenggalek melalui Tulakan-Lorok-Panggul juga sudah normal setelah sempat tertutup genangan banjir," kata Indartato.

Ia mengatakan akses JLS sengaja belum disentuh upaya normalisasi karena perangkat alat berat sementara dikerahkan untuk membuka jalur Pacitan-Ponorogo yang semalam kembali terputus akibat longsor susulan.

"Sumber daya kita juga masih difokuskan pada penanganan prioritas pencarian korban yang masih hilang dan pengungsi," ujarnya.

Jalur Ponorogo-Pacitan terputus setelah hujan deras mengakibatkan bencana tanah longsor di Desa Wates, sekitar 500 meter sebelum perbatasan Ponorogo-Pacitan, Senin.

Tanah tebing milik Perum Perhutani sepanjang sekitar 40 meter dengan ketinggian sekitar 15 meter longsor menutup badan jalan.

Pada Rabu pagi hingga siang, dua unit alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Timur melakukan pengerukan material.

Lumpuhnya jalur tersebut bahkan mengakibatkan rombongan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Nganjuk, dan BPBD Kota Madiun serta tim Basarnas terjebak tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Pacitan.

Semula tim BPBD dan Basarnas membawa sejumlah peralatan termasuk perahu karet akan ikut melakukan penanganan bencana banjir di Pacitan.


(Antara/vws)