Dari 20 korban meninggal, sebanyak 11 korban telah ditemukan dan 9 korban masih dalam pencarian. Sementara itu, empat orang tercatat mengalami luka-luka. Sementara itu, pengungsi tersebar di delapan titik pengungsian.
Kasie Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan Diannita Agustinawati menuturkan, penetapan status tanggap darurat ini diperlukan untuk memudahkan penanganan darurat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan resmi menjelaskan, jumlah korban memang terus bertambah. Upaya pencarian dan penyelamatan korban serta penanganan dampak banjir dan longsor masih dilakukan.
BNPB juga telah menyerahkan bantuan dana siap pakai sebesar Rp 500 juta untuk operasional penanganan darurat.
Adapun beberapa daerah yang terjadi banjir dan longsor di 7 kecamatan di Pacitan belum pulih semuanya yaitu di Kecamatan Kebonagung, Kecamatan Pacitan, Kecamatan Tulakan, Kecamatan Tegalombo, Kecamatan Nawangan, Kecamatan Arjosari, dan Kecamatan Ngadirojo. Daerah yang paling parah terdampak bencana adalah Kecamatan Pacitan.
Selain menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut juga menimbulkan kerusakan fisik meliputi 1.709 unit rumah rusak. Selain itu juga terdapat 17 unit fasilitas pendidikan yang rusak, dan bangunan lain. Pendataan masih terus dilakukan karena belum semua lokasi dapat dijangkau
Pengaruh siklon tropis Cempaka yang menimbulkan curah hujan ekstrem dengan intensitas 383 milimeter per hari telah menyebabkan banjir dan longsor yang besar di Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur pada 27-28 November 2017. Dekatnya posisi siklon tropis Cempaka dengan daratan Pacitan, hanya 23 kilometer di Samudera Hindia sebelah selatan Pacitan telah menyebabkan Pacitan lumpuh total. Banjir dan longsor bersamaan dengan gelombang laut tinggi sehingga semua sungai yang bermuara di Teluk Pacitan meluap menyebabkan banjir besar di Pacitan. (agi/dik)