Kasubdit Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto, mengatakan dalam kurun waktu tersebut secara kasat mata, malah terlihat peningkatan volume kendaraan pada ruas penerapan sistem Ganjil-Genap.
"Lima bulan terakhir dari pemantauan kasat mata malah terlihat peningkatan volume kendaraan," kata Budiyanto kepada CNNIndonesia.com, Jumat (1/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Berbeda dari sekarang setelah dilihat secara kasat mata. Secara kasat mata ada peningkatan, nah makanya perlu memastikannya, perlu dikaji," ujarnya.
Banyak orang kaya
Budi melanjutkan, ada berbagai faktor yang menyebabkan mengapa ruas Ganjil-Genap kini menjadi lebih padat. Selain jumlah kendaraan yang meningkat, ia mencurigai, kini banyak orang kaya yang memiliki plat nomor tidak hanya satu.
"Macam-macam. Kendaraan banyak dan penduduk bertambah. Mungkin juga yang kaya beli mobil lagi dan ada (punya) nopol genap dan ganjil," ungkapnya.
Namun, Budi menolak, saat sistem tersebut dikatakan tidak efektif.
"Bukan itu tetapi harus dikaji lagi," kata dia.
Peraturan lalu lintas ganjil genap berlaku pada Senin sampai Jumat terkecuali hari libur nasional. Untuk tanggal ganjil, maka mobil-mobil berplat nomor akhir ganjil bisa melintas, demikian pula sebaliknya.
Aturan ini diterapkan di beberapa kawasan DKI pada waktu padat beraktivitas. Ganjil-Genap yang diterapkan pada Agustus 2016 yang juga merupakan sistem transisi menuju electronic road pricing (ERP).
Terkait ERP, Budi menambahkan, sistem itu juga telah dibahas melalui forum diskusi sebanyak dua kali. Ia berujar, hasil diskusi menginginkan agar ERP segera dapat direalisasikan.
"Kemudian perkembangan lain berkaitan dengan perangkat ERP sudah dalam proses lelang," kata Budi. (kid/djm)
Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)