Hasil survei Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra) menunjukkan perolehahan suara yang akan didapatkan oleh Prabowo 21,09 persen. Hasil itu berbeda tipis dengan Jokowi sebesar 24,38 persen.
Sistem survei yang dilakukan dengan menggunakan top of mind --tanpa disertai kolom jawaban. Ketua Umum Orkestra Poempida Hidayatulloh menduga, perolehan suara tinggi milik Prabowo diberikan oleh para loyalis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Poempida, suara dari para loyalis Prabowo tak bisa disepelakan. Jokowi selaku figur yang memimpin hasil survei harus punya antisipasi jika tak mau disalip lawan.
Selain Jokowi dan Pabowo, responden turut menyinggung nama Gatot Nurmantyo (2,8 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (2,31 persen), Anies Baswedan (2,14 persen), Jusuf Kalla (1,48 persen).
Di tempat terpisah, Indo Barometer merilis survei yang juga menunjukkan persaingan Jokowi-Prabowo jelang Pemilu 2019. Survei itu diikuti 1.200 responden yang berada di 34 provinsi.
Sebesar 34,9 persen responden memilih Jokowi jika pemilihan presiden dilakukan saat pertanyaan diajukan. Prabowo berada di posisi kedua dengan jumlah 12,1 persen responden.
"Dari pertanyaan terbuka calon presiden, awareness pemilih yang tinggi terhadap Joko Widodo dengan dukungan 34,9 persen," kata Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari saat memaparkan hasil survei nasional 'Siapa Penantang Potensial Jokowi di 2019', di Jakarta.
Lihat juga:Prabowo Sebut Nyaris Semua Proyek Dikorupsi |
Nama-nama lain yang muncul setelah Jokowi dan Prabowo tak jauh berbeda dengan hasil survel Orkestra, antara lain Gatot, AHY, Anies, dan JK. Mereka mengantongi presentasi pemilih tak lebih dari empat persen.
Survei Indo Barometer dilakukan pada 15-23 November 2017 dengan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar lebih kurang 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.