Aziz mengatakan salah satu pilihan yang dipertimbangkan Dewan Pimpinan Pusat Golkar terkait dorongan Ketua Dewan Pimpinan Daerah tingkat I untuk menggelar Musyawarah nasional Luar Biasa (Munaslub) pada pertengahan Desember ini.
"Ini yang lagi dipikirin. Nanti biarlah secara resmi DPP yang menyampaikan, karena saya tidak etis menyampaikan hari ini. Karena itu biarlah DPP setelah melalui proses pleno," kata Aziz saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (3/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah jabatan Setnov di Golkar belakangan menjadi perdebatan setelah ia menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP yang menyeretnya ke Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Aziz pun turut disebut-sebut sebagai salah satu calon pengganti Setnov sebagai orang nomor satu Partai Beringin. Mengetahui namanya masuk bursa ketua umum, ia mengaku berencana sowan ke Presiden Joko Widodo.
"Amin, namanya masuk kan nggak apa-apa. Lagi dicoba (sowan ke Presiden Jokowi)," kata Aziz
Namun, Aziz belum mau bicara lebih jauh mengenai peluangnya menggantikan Ketua Umum nonaktif Golkar Setya Novanto dalam gelaran Munaslub. Masalahnya, penyelenggaraan Munaslub masih belum pasti sampai ada keputusan sidang praperadilan yang diajukan Setnov.
(aal/gil)