Dalam survei yang dilakukan Poltracking Indonesia bertajuk 'Peta Elektabilitas Kandidat Gubernur & Preferensi Pemilih Pilkada Jawa Barat 2018', pria yang karib disapa Kang Emil itu mendapat 24,2 persen suara responden.
Survei tersebut dilakukan pada 10-15 November 2017, dengan 1.200 responden. Survei menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error dalam survei ini lebih kurang 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden diambil dari masyarakat di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan undecided voters (yang belum menentukan pilihan) 55,8 persen potensi meningkatkan elektabilitas masih cukup besar," tutur Hanta.
Hanta mengatakan, Kang Emil masih unggul saat survei simulasi yang menempatkan 20 nama kandidat calon gubernur Jawa Barat.
Kang Emil memeroleh suara dari responden sebanyak 41,8 persen, diikuti Deddy Mizwar 18 persen, dan Abdullah Gymnastiar 8,6 persen.
Sementara itu, Dedi Mulyadi mendapat 8,3 persen, kemudian Dede Yusuf 5,5 persen, UU Ruzhanul Ulum 2,2 persen, Daniel Mutaqien 1,3 persen, Desy Ratnasari 1,2 persen dan nama-nama lainnya seperti Rieke Diah Pitaloka, Burhanudin Abdullah, Susi Pudjiastuti serta Ahmad Syaikhu di bawah 1 persen.
Secara umum dari survei tersebut, nama Kang Emil, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi masuk dalam tiga besar kandidat calon Gubernur Jawa Barat.
"Yang unggul adalah Ridwan Kamil, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi. Tetapi ini masih sangat kompetitif dan dinamis," tuturnya.