"Dari pemantauan satelit magma yang keluar mengalami pelambatan, mudah-mudahan melambat terus," kata Kepala PVMBG, Kasbani saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (5/12).
Meski melambat, Kasbani menyebut, produksi magma masih terus berlangsung. Hal tersebut diketahui dari masih terlihatnya sinar merah seperti nyala api di kawah Gunung Agung ketika malam hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Dua Skenario Erupsi Gunung Agung |
Selain itu, lanjut Kasbani, dari segi kegempaan pun masih menunjukkan aktivitas magmatik di tubuh Gunung Agung masih terus berlangsung. Namun, Kasbani mengakui jika aktivitas tersebut terjadi secara fluktuatif.
Lihat juga:Lava Dingin di Kali Unda |
Berbeda saat Gunung Agung berstatus awas pada September lalu, Kasbani menuturkan, sampai saat ini deformasi atau penggembungan tubuh Gunung Agung juga masih belum terpantau.
"Berbeda dengan (status) awas pertama, saat ini pola (deformasi) belum kelihatan," kata Kasbani.
Lihat juga:Gunung Agung Bagi Warga Bali |
Meski begitu, Kasbani menyampaikan status Gunung Agung tetap berada di level IV (awas).
"Nanti kalau sudah turun terus, parameter semua turun, ya kita turunkan statusnya," ucap Kasbani. (osc/djm)