Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pihaknya telah mencoba mencari informasi seputar kabar kematian Bahrun dengan menjalin koordinasi bersama sejumlah pihak terkait.
Namun, menurutnya, tidak ada satu pihak pun yang memberikan konfirmasi kabar tersebut. Kabar kematian Bahrun Naim muncul lewat cuplikan layar (screenshot) yang diduga disebar di sebuah grup aplikasi tukar pesan WhatsApp.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga mengatakan belum bisa memastikan kabar kematian Bahrun.
Dia menuturkan, jajaran tim Detasemen Khusus 88 Antiteror dan intelijen Polri telah bergerak untuk mengecek kebenaran kabar tersebut. Namun, keduanya belum dapat mengonfirmasi hingga saat ini.
Kabar kematian Bahrun tersebar lewat cuplikan layar (screenshot) melalui aplikasi pesan Whatsapp. Dalam pesan itu terdapat keterangan (caption) yang disertakan bersama foto Bahrun bahwa pria kelahiran 1983 itu tewas pada Jumat (30/11).
“Inalilahi wa inna ilahi raji’un, telah gugur syahid saudara kita mujahid Bahrun Naim di Abu Hamam pada tanggal 30 November,” tulis keterangan dalam cuplikan layar dari grup WhatsApp yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (4/12).
Di dunia teror, Bahrun bukan sosok baru. Pada 2010, ia dipenjara dua tahun atas kepemilikan ratusan butir peluru milik salah seorang anggota Jemaah Islamiyah. (wis/djm)