"Saya sudah perintahkan Menteri Luar Negeri untuk memanggil Duta Besar Amerika Serikta untuk langsung menyampaikan sikap pemerintah Indonesia," ujar Jokowi di Istana Bogor, Kamis (7/12).
Jokowi mengecam keras pengakuan sepihak AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Ia meminta Trump mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi menilai keputusan itu telah melanggar resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB. Sikap AS tersebut dinilai bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia.
"Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, yang di dalamnya Amerika Serikat menjadi anggota tetap, serta bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia," tambah Jokowi.
"Saya dan rakyat Indonesia tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam perjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah pembukaan UUD 45," ujar Jokowi.
Pada Rabu (6/12), Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dia menyebut selama ini presiden AS sebelumnya tak pernah mewujudkan janji kampanye terkait persoalan ini.
“Saya sudah memutuskan bahwa ini waktunya untuk mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” ujar Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, Rabu (6/12).
Keputusan Trump ini dilandasi satu undang-undang yang telah diloloskan oleh Kongres AS sejak 1995. Di dalamnya mengatur tentang pengakuan AS bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel dan mengesahkan pendanaan pemindahan kantor Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. (pmg/gil)